Selasa 11 Oct 2022 09:31 WIB

Mentan Harap Petani Milenial Kreatif-Inovatif Hadapi Tantangan Global

Mentan yakin kreatif dan inovatif penting untuk hadapi tantangan ketahanan pangan

Petani milenial merawat tanaman melon madu yang ditanam menggunakan metode irigasi tetes di Desa Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo berharap petani milenial dan lulusan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) berjiwa kreatif dan inovatif untuk menghadapi tantangan global yang mengancam ketahanan pangan nasional.
Foto: Antara/Prasetia Fauzani
Petani milenial merawat tanaman melon madu yang ditanam menggunakan metode irigasi tetes di Desa Ngadiluwih, Kediri, Jawa Timur. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo berharap petani milenial dan lulusan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) berjiwa kreatif dan inovatif untuk menghadapi tantangan global yang mengancam ketahanan pangan nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo berharap petani milenial dan lulusan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) berjiwa kreatif dan inovatif untuk menghadapi tantangan global yang mengancam ketahanan pangan nasional.

"Petani milenial jangan mau kalah dengan petani kolonial. Yang namanya petani milenial itu punya pergaulan dan bergaulan dengan orang-orang baik. Yang saya senang, mereka tak mau kalah," kata Syahrul dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (11/10/2022).

Di tengah ancaman krisis pangan dan anomali iklim, kata Syahrul, kreativitas anak muda dalam memperkuat ketahanan pangan nasional amat diperlukan. Apalagi, kata dia, Indonesia memiliki tanah yang subur dan bisa ditanami apa saja yang dibutuhkan warga dunia.

"Dunia mengharapkan kita dan pangan Indonesia menjadi sesuatu yang berarti. Karena itu, pertama, mitigasi tantanganmu. Kedua, adaptasi, dan yang ketiga adalah hadapi tantangan bersama-sama," kata Syahrul.

Bagi Syahrul, kehadiran anak muda harus bisa mempertebal harapan rakyat dan memperkuat kesiapan Indonesia menghadapi tantangan global. Indonesia, kata dia, harus bisa keluar dari zona merah dunia dan cengkeraman krisis lain yang datang silih berganti.

Dirinya percaya bahwa masa depan bangsa akan lebih baik lagi di tangan anak muda dan berharap masa depan pertanian jadi lebih baik.

Syahrul meminta lulusan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) untuk menggunakan semua akses teknologi dalam membangun sektor pertanian yang maju dan modern.

Menurut Syahrul, jebolan Polbangtan adalah lulusan terbaik yang disiapkan khusus dalam ilmu pertanian. Karena itu, dia berharap seluruh alumni mampu jadi pemantik dalam mengembangkan diri menuju persaingan global.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement