Senin 10 Oct 2022 23:57 WIB

Pertamina RU VI Gelar Sosialisasi Keadaan Darurat dan Simulasi Evakuasi

Sosialisasi Pertamina RU VI terkait pemasangan sirine di empat titik

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
 PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan menggelar sosialisasi  keadaan darurat dan simulasi evakuasi kepada masyarakat terdekat dari Kilang Balongan.
Foto: Istimewa
PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan menggelar sosialisasi keadaan darurat dan simulasi evakuasi kepada masyarakat terdekat dari Kilang Balongan.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit VI Balongan menggelar sosialisasi  keadaan darurat dan simulasi evakuasi kepada masyarakat terdekat dari Kilang Balongan.

Kegiatan berlangsung di gedung Patra Ayu Perumahan Bumi Patra Indramayu, Senin (10/10). Area Manager Communication, Relation and CSR PT KPI  RU 6 Balongan, Imam Rismanto, menyampaikan, sosialisasi itu diadakan guna menyampaikan kepada warga terkait sirine yang telah dipasang di empat titik. Yakni, di Blok Wisma Jati Desa Sukaurip, Blok Kesambi Desa Balongan, Desa Majakerta dan di Jetty Propylene.

Imam menjelaskan, sosialisasi itu juga bertujuan untuk mengedukasi warga mengenai bunyi sirine. Apabila mendengar  sirene berbunyi selama tiga menit secara terus menerus dengan jeda sepuluh detik, maka tandanya sedang terjadi keadaan darurat.

Untuk itu, kata Imam, dalam sosialisasi itu juga dijelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan jika terjadi keadaan darurat. Di antaranya, tidak panik, memastikan kompor tidak menyala apabila sedang memasak, mencabut regulator dan memastikan peralatan listrik seluruhnya dalam keadaan off sebelum meninggalkan rumah.

Selain itu, mengunci rumah serta keluar mengikuti jalur evakuasi dan titik kumpul yang sudah ditentukan. Lebih lanjut Imam menyampaikan, selain sosialisasi, kegiatan simulasi juga akan dilakukan pada 25 Oktober mendatang yang akan melibatkan pihak eksternal.

Sementara itu, Rudi Hermawan selaku Section Head Emergency and Insurance HSSE RU VI, menyampaikan,  nantinya  sirine keadaan darurat itu akan dinyalakan  setiap tiga bulan sekali. Yakni, setiap  Jumat pukul 06.30 WIB. Hal itu dilakukan juga sebagai pengetesan dan pengecekan rutin  sirine dalam keadaan baik dan bisa aktif sesuai fungsinya.

"Setelah sosialiasi dan simulasi kami harap masyarakat sekitar menjadi paham apabila  terjadi keadan darurat dan langkah-langkah evakuasi yang harus dilakukan," tandas Rudi.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement