Jumat 16 Sep 2022 09:54 WIB

Saham Teknologi Seperti GOTO Babak Belur, IHSG Dibuka Anjlok

Saham teknologi seperti GOTO terkoreksi hingga 2,26 persen saat pembukaan IHSG

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi ke zona merah pada hari ini, Jumat (16/9). IHSG jatuh dari level psikologis 7.300 ke level 7.287,95 setelah sempat mencapai level tertinggi pada perdagangan kemarin. Kali ini semua sektor mengalami penurunan dengan sektor teknologi memimpin -1,34 persen. GOTO terkoreksi 2,26 persen, NFCX terpangkas 2,38 persen, TECH melemah 1,98 persen dan MCAS turun 0,62 persen.
Foto: ANTARA/Galih Pradipta
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi ke zona merah pada hari ini, Jumat (16/9). IHSG jatuh dari level psikologis 7.300 ke level 7.287,95 setelah sempat mencapai level tertinggi pada perdagangan kemarin. Kali ini semua sektor mengalami penurunan dengan sektor teknologi memimpin -1,34 persen. GOTO terkoreksi 2,26 persen, NFCX terpangkas 2,38 persen, TECH melemah 1,98 persen dan MCAS turun 0,62 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi ke zona merah pada hari ini, Jumat (16/9/2022). IHSG jatuh dari level psikologis 7.300 ke level 7.287,95 setelah sempat mencapai level tertinggi pada perdagangan kemarin. 

Kali ini semua sektor mengalami penurunan dengan sektor teknologi memimpin -1,34 persen. GOTO terkoreksi 2,26 persen, NFCX terpangkas 2,38 persen, TECH melemah 1,98 persen dan MCAS turun 0,62 persen. 

Penurunan sektor bahan baku dan energi turut membebani IHSG. INKP terkoreksi 2,63 persen, ANTM melemah 2,62 persen, BRMS terpangkas 3,64 persen. Selain itu, ada juga ADMR dan ADRO yang kompak melemah lebih dari 1 persen. 

Phillip Sekuritas Indonesia memperkirakan IHSG berpotensi melemah pada perdagangan hari ini. Proyeksi ini sejalan dengan indeks utama Wall Street yang mengalami penurunan semalam.

 

"Dari sisi makroekonomi, investor mencerna sejumlah rilis data ekonomi AS yang memperlihatkan ekonomi AS tetap solid sehingga memberi ruang bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga secara agresif minggu depan," kata Phillip Sekuritas Indonesia dalam risetnya, Jumat (16/9/2022).

Di pasar komoditas, harga emas merosot ke level terendah sejak April 2020. Penurunan harga emas ini terjadi tengah ekspektasi kenaikan suku bunga acuan secara agresif oleh Federal Reserve.

Harga minyak mentah juga jatuh lebih dari 3 persen karena ekspektasi pelemahan permintaan minyak dan penguatan nilai tukar dolar AS berhasil mengalahkan kekhawatiran mengenai pasokan minyak global.

Phillip Sekuritas Indonesia merekomendasikan sejumlah saham yang berpotensi menguat secara teknikal. 

PTBA

Short Term Trend   : Bullish

Medium Term Trend  : Bullish

Trade Buy          : 4410

Target Price 1     : 4580

Target Price 2     : 4670

Stop Loss          : 4240

WIKA

Short Term Trend   : Bullish

Medium Term Trend  : Bullish

Trade Buy          : 1100

Target Price 1     : 1180

Target Price 2     : 1210

Stop Loss          : 1020

 ZONE

Short Term Trend   : Bearish

Medium Term Trend  : Bearish

Trade Buy          : 1100

Target Price 1     : 1245

Target Price 2     : 1325

Stop Loss          : 955

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement