Ahad 04 Sep 2022 21:55 WIB

Indonesia Ajak Delegasi G20 Pulihkan Ekonomi Global Melalui Inovasi Digital

DIN G20 menjadi forum menggalang kesepakatan komersial dan kolaborasi inovasi digital

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Gita Amanda
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyampaikan sambutannya dalam pembukaan forum Digital Innovation Network (DIN) G20 di Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu (3/9/2022). Forum yang berlangsung hingga 4 September 2022 tersebut dihadiri pihak pemerintah, swasta, perusahaan rintisan atau start up, hingga korporasi global dari negara-negara peserta G20 dan membahas solusi global dari tantangan-tantangan masa kini lewat inovasi teknologi serta digitalisasi.
Foto: ANTARA/Aditya Pradana Putra
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyampaikan sambutannya dalam pembukaan forum Digital Innovation Network (DIN) G20 di Nusa Dua, Badung, Bali, Sabtu (3/9/2022). Forum yang berlangsung hingga 4 September 2022 tersebut dihadiri pihak pemerintah, swasta, perusahaan rintisan atau start up, hingga korporasi global dari negara-negara peserta G20 dan membahas solusi global dari tantangan-tantangan masa kini lewat inovasi teknologi serta digitalisasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengajak delegasi negara anggota G20 mengoptimalkan forum Digital Innovation Network (DIN) untuk pemulihan ekonomi global. Sebab, Johnny menjelaskan, Digital Innovation Network (DIN) G20 menjadi forum untuk menggalang kesepakatan komersial dan kolaborasi inovasi digital.

"Mari kita bersama-sama terus memperkuat sinergi, mewujudkan pemulihan global yang inklusif, memberdayakan, dan berkelanjutan melalui transformasi digital. Recover Together, Recover Stronger," kata Johnny saat pembukaan DIN G20 di Bali, dikutip Ahad (4/9/2022).

Baca Juga

Johnny mengatakan, infrastruktur digital yang berkelanjutan dan aman akan mendukung kelangsungan pemulihan ekonomi global pascapandemi. Menurutnya, kedua hal ini menjadi prasayarat untuk menyediakan layanan publik digital yang terjangkau, seperti halnya pengalaman Indonesia.

"Ini akan memajukan pertumbuhan inovasi digital. Pada tahun 2021 yang lalu, nilai ekonomi digital Indonesia telah mencapai 70 miliar dolar AS dan terus tumbuh berkembang hingga 315,5 miliar dolar AS pada tahun 2030. (Itu) yang menghadirkan potensi bagi masa depan ekonomi Indonesia," kata Johnny.

Johnny mengatakan, Indonesia telah berhasil menyumbangkan total dua decacorn dan empat belas unicorn startup dalam lima tahun terakhir. Hal itu menunjukkan bahwa startup kembali meletakkan fondasi yang kuat dari lintasan yang menjanjikan dari jalur pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Karena itu, besarnya potensi ekonomi digital Indonesia ini, kata Johnny, memotivasi Presidensi G20 Indonesia untuk mengusung G20 DIN sebagai side event dari rangkaian pertemuan Digital Economy Working Group (DEWG) dengan tema The Rise of Digital Economy: Post-Pandemic Recovery and Beyond.

"Saat ini Indoensia mencermati bagaimana ekonomi digital Indonesia terus berkembang. Pada tahun 2018, Studi dari Bain memperkirakan pada tahun 2024, kawasan ASEAN akan melahirkan setidaknya 10 perusahaan teknologi unicorn baru," katanya,

Johnny meyakini fasilitasi pertemuan pelaku inovasi dari lembaga pemerintah, swasta, startup digital, dan korporasi akan meningkatkan kolaborasi untuk percepatan pertumbuhan ekonomi digital global.

“Kami percaya penyelenggaraan acara ini akan menjadi katalis penting bagi pertumbuhan ekonomi digital, melalui memperkaya kolaborasi antara startup, venture capital, dan korporasi di skala nasional dan internasional," kata dia.

G20 DIN menjadi forum yang mempertemukan para pelaku industri dan inovasi mancanegara untuk saling berkolaborasi showcasing berbagai solusi inovatif dari startup di 5 sektor prioritas yaitu Kesehatan, Energi Terbarukan, Pendidikan dan Teknologi, Keuangan Inklusif, dan Rantai Pasok (Supply Chain).

Selain itu menjad forum pertukaran pengalaman dan pengetahuan seputar inovasi solutif yang mendukung pemulihan pasca pandemi Covid-19 serta tempat berjejaring bagi para pelaku industri dari berbagai negara serta membuka peluang kolaborasi dan momentum bisnis.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement