Ahad 21 Aug 2022 17:46 WIB

BI Kampanyekan Cinta-Bangga-Paham Rupiah di Ransel Tibel’s 2022

Penting bagi warga untuk memahami, bangga, dan mencintai rupiah.

Pejuang Rupiah dari Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Ratno Rachmawan (Wawan) menjelaskan penting bagi masyarakat untuk cinta bangga dan paham rupiah.
Foto: republika
Pejuang Rupiah dari Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Ratno Rachmawan (Wawan) menjelaskan penting bagi masyarakat untuk cinta bangga dan paham rupiah.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR — Bank Indonesia (BI) melakukan sosialisasi dan kampanye ‘Cinta-Bangga-Paham Rupiah’ dalam kegiatan Ransel Tibel’s 2022. Sosialisasi ini dimaksudkan untuk menanamkan rasa cinta, rasa bangga dan paham terhadap mata uang rupiah kepada masyarakat.

Sosialisasi ini disampaikan di sela-sela kegiatan camping warga lingkungan Pelita Air Service, Rangkapanjaya Baru, Pancoran Mas, yang dilakukan di Puncak Bogor, 20-21 Agustus 2022.

Pejuang Rupiah dari Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Ratno Rachmawan menjelaskan penting bagi masyarakat untuk cinta bangga dan paham rupiah.  Dikatakannya, Rupiah merupakan satu satunya alat transaksi yang sah digunakan di Indonesia. “Sebelum adanya regulasi tentang penggunaan rupiah di wilayah NKRI masih banyak yang bertransaksi pakai dollar. Bahkan hotel bisa dibayar pakai dollar,” kata pria yang biasa disapa dengan panggilan Wawan ini.

photo
Tim Pejuang Rupiah dari Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia, Ratno Rachmawan, melakukan sosialisasi Cinta-Bangga-Paham Rupiah pada kegiatan Ransel Tibels 2022 di Puncak, Bogor. - (republika)

Cinta-Bangga-Paham Rupiah merupakan wujud bela negara. "Lepasnya Sipadan Ligitan dari NKRI juga dipengaruhi karena minimnya transaksi penggunaan rupiah oleh masyarakatnya,” ungkapnya.

Cinta rupiah, lanjut Wawan, ditunjukkan dengan mengenali, merawat, dan menjaga rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI. Dengan menjaga dan merawat rupiah, ciri keaslian rupiah menjadi mudah dikenali dan menghindari peredaran uang palsu dan tidak layak edar.

 

"Bangga Rupiah ditunjukkan dengan menggunakan rupiah di setiap transaksi. Dengan menggunakan rupiah pada setiap transaksi, maka kita sudah ikut membantu menjaga kestabilan nilai tukar rupiah dan membangun kepercayaan dunia pada Rupiah,” papar Wawan.

Adapun Paham Rupiah, kata Wawan, ditunjukkan dengan memahami fungsi rupiah sebagai nilai tukar dan cara mengelolanya. Misalnya dengan bertransaksi dan berbelanja dengan bijak, berhemat, dan berinvestasi.

Wawan menegaskan, kampanye Cinta-Bangga-Paham Rupiah  akan terus dilaksanakan. Hal ini karena Cinta-Bangga dan Paham Rupiah merupakan wujud komitmen kecintaan terhadap simbol kedaulatan negara.

“Kita berharap masyarakat lebih mencintai, memahami dan makin bangga terhadap rupiah. Karena ini merupakan simbol kedaulatan dan alat pemersatu bangsa,” ungkapnya

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement