Jumat 29 Jul 2022 16:11 WIB

Kementan: Inisiatif Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Anggota G20

Kementan sebut proposal inisiatif Indonesia bertujuan memperkuat ketahanan pangan

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Hari kedua Pertemuan Kelompok Kerja (Pokja) Pertanian (Second Agriculture Deputies Meeting/ADM) semua anggota G20 dan perwakilan organisasi internasional mengapresiasi berbagai inisiatif yang disampaikan Indonesia. Sekretaris Jenderal, Kementerian Pertanian selaku Chair G20 Agriculture Working Group (AWG), Kasdi Subagyono menyebutkan bahwa seluruh anggota G20 mengakui dinamika yang dialami Indonesia saat menjadi Presidensi G20  dalam kondisi yang sulit akibat pandemi covid-19, krisis pangan dan tensi geopolitik.
Foto: istimewa
Hari kedua Pertemuan Kelompok Kerja (Pokja) Pertanian (Second Agriculture Deputies Meeting/ADM) semua anggota G20 dan perwakilan organisasi internasional mengapresiasi berbagai inisiatif yang disampaikan Indonesia. Sekretaris Jenderal, Kementerian Pertanian selaku Chair G20 Agriculture Working Group (AWG), Kasdi Subagyono menyebutkan bahwa seluruh anggota G20 mengakui dinamika yang dialami Indonesia saat menjadi Presidensi G20 dalam kondisi yang sulit akibat pandemi covid-19, krisis pangan dan tensi geopolitik.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Hari kedua Pertemuan Kelompok Kerja Pertanian semua anggota G20 dan perwakilan organisasi internasional mengapresiasi berbagai inisiatif yang disampaikan Indonesia.

Sekretaris Jenderal, Kementerian Pertanian selaku Chair G20 Agriculture Working Group (AWG), Kasdi Subagyono menyebutkan bahwa seluruh anggota G20 mengakui dinamika yang dialami Indonesia saat menjadi Presidensi G20  dalam kondisi yang sulit akibat pandemi covid-19, krisis pangan dan tensi geopolitik.

“Seluruh negara anggota G20 yang hadir sangat aware dan sadar terhadap seluruh upaya yang dilakukan Indonesia dalam pertemuan deputies meeting ini," ungkap Kasdi dalam keterangan pers, Kamis (28/7/2022). Ia mengatakan, dukungan dari anggota G20 juga diberikan terhadap substansi yang diajukan Indonesia melalui tiga isu prioritas pertanian.

“Tiga isu tersebut diapresiasi konten dan isinya oleh para anggota, yang terberat adalah membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan, “ ujar Kasdi.

Proposal Inisiatif Concrete Deliverables yang ditawarkan oleh Presidensi G20 Indonesia yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan dan sektor pertanian bagi negara-negara Small Island Developing States (SIDS) di Pasifik seperti negara Fiji juga turut diapresiasi oleh para anggota G20.

“Semua anggota erespon inisiatif yang disampaikan Indonesia, sebagian besar negara G20 menyambut baik dan mendukung usulan Indonesia serta meminta informasi terkait mekanisme kerja sama lebih lanjut, “ ujar Kasdi.

Pembahasan usulan draf komunike pada AWG G20 tahun 2022 juga menjadi agenda utama dalam pertemuan tersebut. Dalam sesi penyusunan Komunike Menteri Pertanian G20 berjalan dengan sangat intensif dan produktif.

“Semua negara yang hadir sepakat untuk fokus membahas substansi sehingga semua aktif memberikan masukkan terhadap draf komunike, “ ujar Kasdi

Menurut Kasdi, ADM ke-2 akan dilanjutkan pada sesi intersessional yang direncanakan akan diselenggarakan pada akhir bulan Agustus 2022.

Setelah pertemuan, delegasi ADM ke-2 akan  melakukan kunjungan lapang ke Taman Teknologi Pertanian Nglanggeran untuk melihat secara langsung berbagai upaya Pemerintah Indonesia dalam mendorong transformasi sistem pangan dan pertanian dan mengunjungi situs warisan budaya dunia UNESCO, Candi Borobudur, di Magelang, Jawa Tengah.

Sebagai informasi Pertemuan ADM ke-2 dihadiri secara fisik dan virtual oleh 158 delegasi, yang terdiri dari 85 delegasi asing yang merupakan perwakilan 20 negara anggota, 7 negara undangan, 13 organisasi internasional, dan 63 delegasi Indonesia.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement