Kamis 28 Jul 2022 15:18 WIB

Mendag: Presiden Jokowi Selamatkan dan Sejahterakan Petani Sawit

Mendag menegaskan skema DMO dan DPO masih tetap dipertahankan.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (kiri) bersama Presiden Joko Widodo (kanan).
Foto: Istimewa
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (kiri) bersama Presiden Joko Widodo (kanan).

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG--Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengapresiasi keberhasilan Presiden Joko Widodo meminta komitmen Cina untuk menambah impor crude palm oil (CPO) sebanyak satu juta ton dari Indonesia. Menurut Mendag, Presiden Jokowi menyelamatkan jutaan petani sawit di Tanah Air.

“Beliau (Presiden Jokowi) selamatkan dan sejahterakan jutaan petani sawit,” kata Mendag yang akrab disapa Zulhas itu di Serang, Banten usai menghadiri Pembukaan Pasar Hasil Bumi dan Produk UMKM, dalam keterangan, Kamis (28/7/2022).

Baca Juga

Zulhas mengaku tambahan pembelian CPO dari Tiongkok sangat penting bagi petani sawit di dalam negeri dan eksportir CPO. Ia mengatakan, jutaan petani terselamatkan dan makin sejahtera dengan tambahan pembelian ini. “Secara khusus kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi,” ujar Zulhas.

Dengan tambahan impor CPO dari Cina ini, Mendag berharap produsen CPO akan membeli tandan buah segar (TBS) dengan harga yang wajar. “Dengan permintaan Tiongkok  ini, harga TBS diharapkan terus merangkak naik hingga di atas Rp 3.000 per kilogram,” katanya.

 

Menurutnya, ekspor tidak akan mengganggu stok bahan baku minyak goreng di dalam negeri sehingga kebutuhan minyak goreng tidak akan terganggu. Dengan stok yang melimpah, kata dia, harga minyak goreng juga akan tetap stabil sesuai HET Rp 14 ribu per liter.

“Saya menjamin bahwa harga minyak goreng tidak akan naik dan akan tetap stabil. Saat ini stok bahan baku minyak goreng sangat melimpah. Tangki-tangki CPO di dalam negeri masih penuh,” tegasnya.

Menteri Perdagangan juga menegaskan, skema DMO dan DPO masih tetap dipertahankan untuk menjamin suplai bahan baku minyak goreng ini tetap stabil. Sehingga harga minyak goreng curah dan kemasan premium di dalam negeri juga akan tetap stabil. “Skema DMO dan DPO akan kami longgarkan setelah semua produsen minyak goreng dan industri CPO berkomitmen menjamin bahwa baku minyak goreng tetap ada secara kontinu,” tegas Ketua Umum DPP PAN ini.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Cina Li Keqiang. Presiden Jokowi berharap kerja sama Indonesia-RRT dapat terus ditingkatkan. Selain berkomitmen menambah impor CPO 1 juta ton, Cina juga berkomitmen untuk mengurai permasalahan logistik ekspor CPO ke Negeri TIrai Bambu itu.

Cina akan memberikan tambahan kapal untuk keperluan ekspor tersebut. Begitu juga dengan komitmen mereka untuk memprioritaskan impor produk pertanian dari Indonesia. Presiden Joko Widodo dan Li Keqiang juga membahas kerja sama pembangunan Green Industrial Park di Kalimantan Utara.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement