Rabu 13 Jul 2022 13:14 WIB

Bandingkan dengan Negara Lain, Jokowi Sebut Inflasi Indonesia Masih Terkendali

Presiden mendorong para pelaku UMKM untuk terus memperbesar ekspansi usahanya.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Agus Yulianto
Presiden Jokowi mendorong para pelaku UMKM untuk terus memperbesar ekspansi usahanya sehingga memberikan kontribusi ekonomi untuk negara.
Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi mendorong para pelaku UMKM untuk terus memperbesar ekspansi usahanya sehingga memberikan kontribusi ekonomi untuk negara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai, kondisi Indonesia saat ini masih berada dalam posisi yang baik jika dibandingkan negara lain. Ia mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama pun masih baik, yakni mencapai 5,01 persen.

Sedangkan, inflasi Indonesia juga dinilai masih terkendali jika dibandingkan negara lainnya di tengah berbagai kesulitan yang dihadapi dunia saat ini. Hal ini disampaikan Jokowi saat acara pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) Perseorangan tahun 2022 di Jakarta, Rabu (13/7).

“Kita tahu hampir semua negara sekarang ini dalam posisi yang tidak mudah, tetapi negara kita alhamdulillah kita masih berada di posisi yang baik. Pertumbuhan ekonomi kita di kuartal pertama 5,01. Inflasi kita juga dibandingkan negara-negara lain juga masih terkendali,” ujar Jokowi.

Karena itu, Presiden mendorong para pelaku UMKM untuk terus memperbesar ekspansi usahanya sehingga memberikan kontribusi ekonomi untuk negara. Data per 2021 mencatat terdapat sebanyak 65,4 juta UMKM di Indonesia.

Jokowi mengatakan, kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional pun sangatlah besar, yang mencapai hingga 61 persen serta mampu menyerap tenaga kerja hingga 97 persen.

“Bukan di yang gede-gede. Ini perlu dicatat, penyerapan tenaga kerja ini bukan di perusahaan-perusahaan besar, maaf pak Arsjad. Bukan di perusahaan-perusahaan besar, tapi di perusahaan-perusahaan mikro, kecil, dan menengah,” ujar Jokowi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement