Selasa 07 Jun 2022 20:12 WIB

Ekspansi Pasar Petrokimia, PIS Beli Kapal Tanker “Precious”

Penambahan armada kapal ini merupakan salah satu strategi investasi PIS

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Gita Amanda
PT Pertamina International Shipping (PIS) terus melakukan ekspansi bisnis-bisnis potensial dalam berbagai segmen dan jenis kargo, di antaranya adalah untuk pasar produk petrokimia.
Foto: Pertamina
PT Pertamina International Shipping (PIS) terus melakukan ekspansi bisnis-bisnis potensial dalam berbagai segmen dan jenis kargo, di antaranya adalah untuk pasar produk petrokimia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina International Shipping (PIS) terus melakukan ekspansi bisnis-bisnis potensial dalam berbagai segmen dan jenis kargo, di antaranya adalah untuk pasar produk petrokimia.

Ekspansi ini dilakukan dengan menambah aset kapal tanker dengan spesifikasi khusus chemical berukuran Medium Range (MR) bernama PIS Precious. “Penambahan armada kapal ini merupakan salah satu strategi investasi PIS untuk mempertahankan dan meningkatkan market share PIS terutama di luar negeri,” ujar Pjs Corporate Secretary PIS Roberth MV Dumatubun.

Baca Juga

Pembelian kapal PIS Precious ini berlangsung pada Jumat, 27 Mei 2022 di Singapura, dan dihadiri oleh Direktur Perencanaan Bisnis PIS Wisnu Medan Santoso, Direktur Keuangan PIS Diah Kurniawati, dan Managing Director Pertamina International Shipping Pte Ltd (PISPL) Brilian Perdana.

Kapal PIS Precious memiliki kapabilitas untuk mengangkut kargo chemical, Dirty Product Petroleum, dan Clean Product Petroleum. Kapal ini diserahkan dari PIS ke anak usahanya yaknis PISPL untuk dioperasikan dan dikomesialisasikan. Penempatan kapal PIS Precious ke PISPL merupakan salah satu upaya pengembangan pasar non-captive internasional, di mana sebelumnya PISPL telah memiliki pengalaman mengkomersialisasikan kapal PIS Polaris dan PIS Paragon yang sukses disewa oleh pemain global.

“Kedepannya, dengan strategi bisnis yang semakin matang, PIS akan terus berupaya mengembangkan lini bisnisnya untuk mewujudkan visi menjadi “Perusahaan Shipping terkemuka di Asia, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Roberth.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement