Kamis 12 May 2022 13:06 WIB

Startup Asuransi Qoala Raih Pendanaan Seri B Rp946 Miliar

Qoala berhasil bertumbuh 30 kali lipat sejak pendanaan seri A pada April 2020.

Harshet Lunani, Founder dan CEO Qoala.
Foto: istimewa
Harshet Lunani, Founder dan CEO Qoala.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Memasuki tahun 2022, Qoala berhasil mengantongi pendanaan seri B sebesar US$ 65 juta. Qoala mendistribusikan asuransi ritel untuk produk-produk mobil, sepeda, rumah, dan kesehatan melalui platform omnichannel yang telah hadir di Indonesia, Thailand, dan Malaysia sejak tahun 2021.

Hal ini memperkuat komitmen Qoala untuk membuat asuransi dapat diakses, mudah dipahami, dan membantu konsumen untuk melakukan proses klaim dengan lebih mudah.

Baca Juga

Qoala berhasil bertumbuh 30 kali lipat sejak pendanaan seri A pada April 2020 dan menjadi perusahaan insurtech dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Total tenaga pemasar dan mitra bisnis yang terdaftar di Qoala juga meningkat tajam, dengan lebih dari 50.000 tenaga pemasar dan platform yang menjual asuransi dan didukung oleh lebih dari 50 perusahaan asuransi terpercaya.

Selain itu, Qoala juga menyediakan beberapa produk asuransi mikro yang inovatif melalui kemitraan dengan Traveloka, Redbus, DANA, JD.ID, Shopee, Kredivo, Investree, dan lainnya.

Qoala berfokus pada "asuransi ritel" untuk produk-produk mobil, sepeda, rumah, dan kesehatan. "Qoala merupakan satu-satunya perusahaan insurtech yang memiliki lisensi di tiga negara di Asia Tenggara. Melalui sokongan dana yang dipercayakan, kami optimis untuk mempertahankan pertumbuhan kami. Selain itu, bisnis kami di Thailand juga tumbuh tiga kali lipat sejak bergabung dengan FairDee pada Februari 2021. Hal ini memberi kami keyakinan akan kemampuan ekspansi Qoala di Asia Tenggara," ungkap Tommy Martin, Co-founder dan COO Qoala dalam keterangan persnya, Kamis (12/5).

"Qoala berbeda dari perusahaan insurtech lainnya karena tim dan layanan yang beragam serta unit ekonomi yang menjanjikan di tengah pandemi. Dengan kehadiran Qoala secara regional serta prediksi pertumbuhan yang cepat, kami optimis untuk memimpin putaran pendaan ini dan mendukung Qoala," kata Tara Reeves dari Eurazeo, perusahaan investasi asal Eropa yang sebelumnya telah mendanai WeFox, salah satu insurtech terbesar di dunia.

Melalui teknologi yang unggul, Qoala menawarkan kecepatan terdepan dalam penerbitan polis, penetapan harga instan, dan komisi instan kepada para tenaga pemasar asuransi. Inovasi ini tidak hanya memecahkan masalah utama bagi pemasar asuransi dan konsumen, tetapi juga memungkinkan Qoala untuk memperoleh dan melayani konsumen dengan biaya lebih rendah yang mengarah ke unit ekonomi yang unggul.

Perusahaan asuransi global seperti Sompo, AXA, dan Chubb juga telah bergabung dengan platform Qoala karena fokus mereka kepada pelanggan ritel yang mengarah pada adopsi asuransi yang lebih cepat dan memiliki rasio kerugian yang sehat.

Dengan meningkatnya kebutuhan asuransi di Asia Tenggara, Qoala secara aktif berkontribusi pada peningkatan literasi asuransi. "Kesiapan Qoala dalam melayani kebutuhan asuransi lewat inovasi teknologi yang mudah dan efisien dan pertumbuhan bisnis yang pesat dari tahun ke tahun, menjadi alasan kuat bagi kami untuk menanamkan modal di Qoala," jelas Markus Rahardja, Direktur Investasi BRI Ventures.

Eddi Danusaputro selaku CEO Mandiri Capital Indonesia juga menyampaikan,  melalui inovasi berkelanjutan yang dilakukan oleh Qoala, sektor asuransi di Asia Tenggara diharapkan dapat berkembang pesat. Qoala memiliki peluang besar untuk berkembang secara B2B dalam berbagai industri seperti logistik, kesehatan, dan pariwisata.

"Kami yakin pendanaan ini juga dapat memperkokoh posisi Qoala sebagai perusahaan insurtech terdepan di Asia Tenggara yang memiliki keselarasan inovasi dan sinergi dengan Mandiri Group," kata dia.

Pendanaan ini merupakan bentuk penghargaan dan kepercayaan para investor kepada Qoala untuk terus berkembang dan menciptakan inovasi terbaik di bidang insurtech. "Pendanaan ini akan kami investasikan lebih jauh untuk memperluas jangkauan Qoala di seluruh Asia Tenggara, termasuk dalam pengembangan teknologi dan pelayanan untuk membantu mengurangi hambatan dalam mengakses asuransi, yang saat ini masih signifikan," ujar Harshet Lunani, Founder dan CEO Qoala.

Selain itu, Qoala berencana untuk menambah lebih dari 250 karyawan tahun ini dan berinvestasi di bidang teknologi dan produk. Untuk memperkuat kepemilikan karyawan di perusahaan, Qoala juga berencana untuk memberikan kompensasi dalam bentuk saham dan memberikan karyawan hak untuk memiliki saham perusahaan.

"Sejak pendanaan awal, kami melihat Qoala sebagai solusi atas meningkatnya kebutuhan masyarakat akan asuransi saat ini. Kami berharap melalui pendanaan ini, Qoala dapat terus berinovasi dan berkembang untuk menyediakan asuransi bagi seluruh masyarakat Indonesia," kata Kenneth Li dari KB-MDI Centauri Fund.

"Penetrasi asuransi di Indonesia saat ini hanya 2%, jauh di bawah rata-rata global sebesar 6%. Sebagian besar konsumen baru mulai memahami nilai asuransi dan karenanya, ruang pertumbuhan masih sangat besar. Indonesia, Thailand, dan Malaysia termasuk di antara 10 besar pasar asuransi global dengan pertumbuhan tercepat di dekade berikutnya," tambah Harshet.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement