Selasa 10 May 2022 00:40 WIB

Airlangga Ungkap Program PEN Baru Terealisasi 15,4 Persen

Dana PEN yang terserap untuk penanganan kesehatan baru 9,7 persen.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Friska Yolandha
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin dosis ketiga kepada seorang wisatawan saat vaksinasi booster di kawasan objek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali, Rabu (4/5/2022). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan realisasi penyerapan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga saat ini sebanyak Rp 70,37 triliun.
Foto: ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin dosis ketiga kepada seorang wisatawan saat vaksinasi booster di kawasan objek wisata Tanah Lot, Tabanan, Bali, Rabu (4/5/2022). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan realisasi penyerapan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga saat ini sebanyak Rp 70,37 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan realisasi penyerapan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga saat ini sebanyak Rp 70,37 triliun. Airlangga menyebut, realisasi itu setara dengan 15,4 persen dari angka pagu anggaran yang tersedia yakni Rp 455,62 triliun.

"Terkait dengan kinerja penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), realisasinya adalah 15,4 persen atau Rp70,37 triliun," kata Airlangga dalam konferensi persnya, Senin (9/5/2022).

Baca Juga

Airlangga yang juga Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) tersebut merinci dana PEN yang terserap di antaranya untuk program penanganan kesehatan sudah terserap 9,7 persen atau Rp 11,87 triliun.

Kemudian perlindungan sosial masyarakat sudah Rp 49,27 triliun atau setara 32 persen dari total pagu yang disiapkan untuk perlindungan sosial.

Kebijakan perlindungan sosial masyarakat kali ini, pemerintah membuat berbagai program mulai dari program keluarga harapan (PKH), bantuan langsung tunai (BLT) Minyak Goreng, BLT Desa, BLT Pedagang Kaki Lima Warung dan Nelayan serta Kartu Pra Kerja.

Selain itu, terdapat penguatan pemulihan ekonomi sebesar 5,2 persen atau Rp 9,22 triliun.

"Baik itu di sektor pariwisata, dukungan UMKM dan perpajakan," katanya.

Airlangga mengungkapkan, dalam arahannya Presiden Joko Widodo meminta para menteri untuk memberikan perhatian pada perkembangan sektor energi dan pangan. Begitu juga pembentukan Satgas untuk memantau penyakit yang muncul pada hewan agar tidak mengganggu stabilitas pangan.

"Bapak presiden memberi catatan ke depan terkait dengan energi dan pangan perlu diperhatikan, demikian pula terkait dengan dibentuknya Satgas diperlukan untuk penyakit yang baru tumbuh di hewan yaitu penyakit  kutu mulut betul-betul harus diawasi," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement