Senin 18 Apr 2022 21:46 WIB

Buku Kultum Ekonomi Syariah Dibuat Mudah Dipahami

Buku ini bisa jadi referensi bagi para da'i dalam mensyiarkan ekonomi syariah.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Fuji Pratiwi
Ekonomi syariah (ilustrasi). Buku Kumpulan Kultum Ekonomi Syariah Seri 4 yang diluncurkan hari ini, Senin (18/4/2022), diharapkan jadi rujukan literasi bagi masyarakat.
Foto: Islamitijara.com
Ekonomi syariah (ilustrasi). Buku Kumpulan Kultum Ekonomi Syariah Seri 4 yang diluncurkan hari ini, Senin (18/4/2022), diharapkan jadi rujukan literasi bagi masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Buku Kumpulan Kultum Ekonomi Syariah Seri 4 yang diluncurkan hari ini, Senin (18/4/2022), diharapkan jadi rujukan literasi bagi masyarakat. Direktur Eksekutif Laznas BSMU, Sukoriyanto Saputro mengatakan, buku kultum ekonomi syariah bisa menjadi solusi bagi permasalahan umat.

"Juga menjadi referensi bagi para da'i di Indonesia dalam mensyiarkan dakwah," kata Sukoriyanto dalam seremoni peluncuran buku secara virtual, Senin (18/4/2022).

Baca Juga

Buku tersebut terdiri dari 20 tulisan Da’i LIKES yang diharapkan mampu membawa angin segar bagi literasi ekonomi syariah masyarakat di Indonesia. Ketua Lembaga Pentashih Buku dan Konten Keislaman (LPBKI) MUI, Endang Soetari menyampaikan, materi yang ada di dalam buku ditulis oleh para pakar dalam narasi yang komprehensif.

Diharapkan narasinya mudah dipahami sehingga kontennya bisa digunakan sebagai rujukan berbagai pihak. Buku tersebut merupakan salah satu upaya bersama agar terjadi peningkatan literasi pengembangan ekonomi syariah dengan bahasa yang inklusif.

"Buku ini diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas dan untuk kemajuan Indonesia," kata Endang.

LIKES sendiri adalah program Literasi Keuangan dan Ekonomi Syariah yang dibuat oleh Laznas BSMU. LIKES diharapkan dapat meningkatkan edukasi masyarakat serta indeks literasi dan inklusi ekonomi syariah Indonesia.

Program ini juga bertujuan untuk mempersiapkan SDM Da’i yang memiliki pemahaman mengenai keuangan islam, yang sesuai dengan kebutuhan industri syariah dan keahlian digital. Selain itu, program ini juga diharapkan bisa membangun kesadaran kewajiban ibadah sosial.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement