Senin 28 Mar 2022 22:17 WIB

Sandiaga Uno Ajak Warga Belajar Usaha Jadi Juragan Lele

Budikdamber diharapkan bisa membantu kesulitan warga di masa pandemi Covid-19.

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Ilham Tirta
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.
Foto: ANTARA/Fikri Yusuf
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengajak warga belajar usaha menjadi juragan lele lewat budidaya ikan dalam ember (budikdamber). Sandiaga berharap hal tersebut bisa membantu kesulitan warga, terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti ini.

"Seperti kita ketahui ekonomi sekarang sedang memasuki transformasi karena pandemi, banyak yang kehilangan pekerjaan, banyak yang penghasilannya juga berkurang, akhirnya dengan beban biaya hidup yang semakin tinggi, butuh tambahan penghasilan," kata Sandiaga dalam siaran pers, Senin (28/3/2022).

Baca Juga

Sandiaga mengatakan, program tersebut dijalankan bersama dengan startup pelatihan Rumah Siap Kerja (RSK) dan Rumah SandiUno Indonesia (RSI). Mereka ingin warga belajar usaha menjadi juragan Lele Lalap. Hari ini, dia mendatangi kelurahan Pesanggrahan untuk program belajar wirausaha menjadi juragan Lele Lalap.

Sandiaga pada kesempatan itu mengatakan, saat ini pemerintah berfokus pada kebangkitan ekonomi. Dia melanjutkan, semua program harus tepat sasaran, tepat manfaat dan waktu. Menurut dia, peluang usaha dan lapangan kerja dapat dipastikan dengan belajar berwirausaha.

"Jadi kita berpihak kepada UMKM juga menghadirkan solusi. Jadi kalau harga-harga bahan pokok mahal, jangan mengeluh, tapi justru kita hadirkan solusinya," kata dia.

Sandiaga kemudian mengapresiasi salah satu pegiat UMKM lele frozen dan katering bernama Haryati. Sebab, pemilik usaha bernama D'Shafa itu juga telah mempekerjakan puluhan ibu-ibu. "Ini adalah program belajar wirausaha praktis, dan sudah ada contohnya, yaitu Bu Haryati," jelas Sandiaga.

Dalam kesempatan itu, bantuan yang diberikan berupa 200 unit ember, 10.000 benih ikan lele, hingga 1.600 lubang tanam kangkung beserta benih. Selain itu, di program ini startup pelatihan RSK juga menghadirkan pendampingan hingga masa panen.

Berita Terkait
Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi