Ahad 12 Jul 2026 15:20 WIB

Pertamina Patra Niaga Siap Salurkan B50, Impor Solar Diproyeksi Turun 18 Juta Kiloliter

Pertamina pastikan kualitas Biosolar B50 memenuhi spesifikasi Pemerintah

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Petugas membantu pengguna kendaraan melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio disel B50 di SPBU Rest Area KM 57A Tol Jakarta–Cikampek, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Biodiesel B50 sebagai langkah memperkuat kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah telah melakukan pengujian B50 secara komprehensif pada enam sektor pengguna mesin diesel, yaitu otomotif, alat dan mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik, dan kereta api.
Foto: Republika/Prayogi
Petugas membantu pengguna kendaraan melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Bio disel B50 di SPBU Rest Area KM 57A Tol Jakarta–Cikampek, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026). Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Biodiesel B50 sebagai langkah memperkuat kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah telah melakukan pengujian B50 secara komprehensif pada enam sektor pengguna mesin diesel, yaitu otomotif, alat dan mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, pembangkit listrik, dan kereta api.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Downstream, PT Pertamina Patra Niaga, siap menjalankan penugasan Pemerintah dalam pelaksanaan Program Mandatori Biodiesel B50 yang secara resmi diluncurkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Rest Area KM 57, Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

Program Mandatori B50 merupakan tonggak penting dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional melalui peningkatan pemanfaatan energi domestik. Kebijakan ini juga sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mengoptimalkan sumber daya dalam negeri, mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM, serta mendukung transisi energi nasional.

Program Mandatori B50 akan memberikan dampak positif terhadap ketahanan energi nasional melalui pengurangan impor solar yang diproyeksikan mencapai sekitar 18 juta kiloliter pada tahun 2026 atau setara sekitar 310 ribu barel per hari. Pertamina berkomitmen mendukung keberhasilan program strategis ini sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian energi Indonesia.

Sebagai badan usaha yang mendapat penugasan Pemerintah dalam penyediaan dan pendistribusian BBM, Pertamina telah menyiapkan infrastruktur, sistem distribusi, serta rantai pasok biodiesel guna memastikan implementasi Program Mandatori B50 berjalan sesuai ketentuan tanpa mengganggu keandalan pasokan energi bagi masyarakat.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan Pertamina memiliki pengalaman panjang dalam mendukung kebijakan mandatori biodiesel Pemerintah, mulai dari B20, B30, B35, B40 hingga kini B50. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memastikan proses transisi menuju B50 berlangsung secara optimal.

"Pertamina bersama Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan seluruh aspek operasional, mulai dari infrastruktur, distribusi, hingga koordinasi dengan Pemerintah dan para pemangku kepentingan. Kami juga memastikan kualitas Biosolar B50 yang disalurkan memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan Pemerintah sehingga masyarakat dapat memperoleh produk dengan mutu yang tetap terjaga," ujar Baron.

Dalam implementasinya, Pertamina Group bersama Pemerintah dan para pemangku kepentingan telah melalui serangkaian pengujian untuk memastikan kesiapan fasilitas, kualitas produk, serta kelancaran penyaluran B50 di berbagai wilayah Indonesia.

Sesuai ketentuan Pemerintah, Program Mandatori B50 akan memasuki masa transisi hingga 30 September 2026. Selama periode tersebut, Pertamina melakukan penyesuaian penyaluran secara bertahap guna mendukung kelancaran peralihan dari B40 menuju B50 dengan tetap menjaga keandalan pasokan energi nasional.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan Danantara Indonesia.

Berita Lainnya

Rekomendasi