Senin 14 Mar 2022 14:23 WIB

Menko Airlangga: Dalam 10 Tahun Industri Kopi Tumbuh 250 Persen

Menko Airlangga berharap brand kopi Indonesia bisa melakukan IPO

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Menko Airlangga berharap brand kopi Indonesia bisa melakukan IPO
Foto: Istimewa
Menko Airlangga berharap brand kopi Indonesia bisa melakukan IPO

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kopi dinilai salah satu komoditas hasil perkebunan yang berperan penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Hal itu karena merupakan komoditas perkebunan ketiga  terbesar setelah sawit dan karet dengan persentase kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) perkebunan sebesar 16,15 persen. 

Lebih kurang sebanyak 7,8 juta jiwa yang menggantungkan hidupnya dari perkebunan kopi. Indonesia juga merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia.

Melalui peran yang cukup penting dan menjanjikan dalam perekonomian nasional, industri kopi mempunyai potensi besar terus berkembang di Indonesia. “Dalam 10 tahun terakhir, industri kopi Indonesia mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan yakni sebesar 250 persen,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pidato sambutannya pada acara Opening Ceremony Indonesia Premium Coffee Expo & Forum 2022, Jumat (11/3).

Pada kesempatan sama, Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian Musdhalifah Machmud menyampaikan, perlu dilakukannya terobosan dalam mendorong ekonomi rakyat yang sejalan dengan pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi.

Hal ini seiring tujuan utama diselenggarakannya Indonesia Premium Coffee Expo & Forum 2022 yang dirancang untuk menjadi perluasan informasi peta komoditas kopi Indonesia dan stimulator bagi pertumbuhan ekonomi.

“Kemenko Perekonomian menginisiasi pameran dan forum mengenai kopi yang secara nyata dapat mendorong kinerja dan kolaborasi solid di antara para pemangku kepentingan industri kopi nasional,” ujar Musdhalifah dalam laporannya. Didukung program acara yang menarik bagi pengembangan industri kopi nasional, Indonesia Premium Coffee Expo & Forum 2022 juga membidik perluasan pasar global dengan menjadikan pertemuan G-20 di Bali dan konferensi perubahan iklim COP-27 di Mesir 2022 sebagai rangkaian kegiatan. 

Hal ini akan memberikan manfaat bagi perluasan rantai nilai dan strategi pemasaran guna memperkuat “Trade Mark” sekaligus meningkatkan penjualan kopi nasional ke manca negara. “Tentunya diharapkan kita bisa mendorong kontribusi komoditas kopi terhadap perekonomian, dan apresiasi kepada beberapa brand kopi lokal yang berhasil melantai di bursa dan juga menguasai pasar di luar negeri,” tutur dia

Kegiatan virtual Indonesia Premium Coffee Expo & Forum 2022 yang secara resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Perkonomian pada 11 Maret 2022 ini bertepatan dengan peringatan Hari Kopi Nasional 2022. Kegiatan virtual ini akan berlangsung hingga bulan November 2022. Selain itu, diselenggarakan juga dengan platform Offline Hybrid pada  24 sampai 26 Juni 2022 di Taman Lapangan Banteng Jakarta.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement