Kamis 10 Mar 2022 11:15 WIB

Ini Strategi PLN Amankan Pasokan Listrik MotoGP Mandalika

Suplai utama listrik MotoGP akan dipasok dari 2 GI, yakni GI Sengkol dan GI Kuta.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Fuji Pratiwi
Warga mengintip area Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (18/11). PT PLN (Persero) mempersiapkan strategi pengamanan pasokan kelistrikan untuk menyukseskan MotoGP.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Warga mengintip area Pertamina Mandalika International Street Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Kamis (18/11). PT PLN (Persero) mempersiapkan strategi pengamanan pasokan kelistrikan untuk menyukseskan MotoGP.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN (Persero) mempersiapkan strategi pengamanan pasokan kelistrikan untuk menyukseskan MotoGP, yang untuk pertama kalinya akan digelar di Indonesia, tepatnya di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat pada 18 - 20 Maret mendatang.

Suplai utama kelistrikan MotoGP berasal dari Sistem Kelistrikan Lombok yang terhubung melalui transmisi 150 kiloVolt (kV) atau dikenal dengan istilah Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT).

Baca Juga

Tegangan ini akan ditransformasi ke tegangan 20 kV untuk selanjutnya didistribusikan kepada pelanggan. Saat ini, terdapat sebelas Gardu Induk (GI) tersebar di seluruh Lombok untuk memperkuat sistem.

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara PLN, Adi Priyanto menjelaskan bahwa suplai utama MotoGP akan dipasok dari 2 GI, yakni GI Sengkol dan GI Kuta. Kedua GI ini telah disiapkan, khususnya untuk menyambut MotoGP.

"Fungsi utama GI adalah mentransformasikan tegangan. Listrik dari pembangkit akan masuk ke GI, dan selanjutnya akan didistribusikan ke sirkuit Mandalika," tutur Adi.

GI Kuta telah beroperasi sejak 2015. Untuk kapasitas trafo yang terpasang di GI Kuta adalah sebesar 30 Mega Volt Ampere (MVA) yang saat ini telah dibebani 28 persen atau 8,4 MVA. Sementara GI Sengkol telah beroperasi sejak 2012 dengan satu buah trafo kapasitas 30 MVA yang saat ini berbeban sekitar 40 persen atau 12 MVA.

Tak hanya itu, beberapa Unit Uninterruptible Power Supply (UPS) disiapkan sebagai lapis kedua dan genset sebagai lapis ketiga apabila terjadi gangguan pada suplai utama dan kedua.

Untuk gelaran MotoGP ini, PLN telah mendatangkan 20 UPS dengan daya total sebesar 2,52 MVA dari Bima dan Sumbawa, bahkan dari DKI Jakarta, NTT, Papua dan Papua Barat. Selain itu, total 11 unit genset yang didatangkan dari Bima, Sumbawa dan Papua berkapasitas total 6,2 kilo Volt Ampere (kVA) akan dioperasikan sebagai lapis ketiga.

Seiring dengan perkembangan beban, PLN menambahkan satu buah trafo berkapasitas 30 MVA pada 2017 dan satu buah trafo berkapasitas 60 MVA yang beroperasi Desember 2020. Adapun beban saat ini utk kedua trafo adalah masing-masing 68 persen dan 15 persen.

Baca juga : Hanya Dua Titik, Penukaran Tiket MotoGP Mandalika Berpotensi Padat

Dari kedua GI ini, gelaran MotoGP akan disuplai dari 3 jalur utama listrik. Dua jalur Saluran Kabel Tegangan Menengah sepanjang 1.485 kilometer sirkuit (kms) dari GI Kuta dan satu jalur sepanjang 13.8 kms dari GI Sengkol yang telah selesai terbangun pada 2021.

"Ini merupakan ikhtiar PLN untuk memberikan yang terbaik untuk MotoGP. Dan kami terus mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat dan juga stakeholder NTB agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman dan lancar," tambah Adi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement