Sabtu 05 Mar 2022 21:18 WIB

Kementan Dorong Pengembangan Sapi Aceh di BPTU HPT Indrapuri

BPTU berperan memantau perkembangan sapi Aceh yang akan dan telah didistribusikan.

Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) mendorong pengembangan sapi Aceh.
Foto: Kementan
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) mendorong pengembangan sapi Aceh.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAPURI -- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) mendorong pengembangan sapi Aceh. Ini dilakukan melalui salah satu Unit Pelaksana Tugas (UPT) Kementan, yaitu Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Indrapuri yang ada di Aceh.

Direktur Jenderal PKH, Nasrullah, menyampaikan pengembangan sapi Aceh ini harus dilakukan dengan sinergi menyeluruh semua pihak. BPTU HPT Indrapuri harus bersinergi dengan Dinas Provinsi dan Daerah untuk membuat perencanaan.

"Sehingga potensi yang ada bisa berkembang dengan baik. Sapi Aceh harus ada dimana-mana, harus dikenal dimana-mana. Struktur populasi harus selalu diperbaiki," ujar Nasrullah.

Ia menambahkan BPTU HPT Indrapuri harus memiliki peta/road map penyebaran bibit sapi di Aceh. Pasalnya, BPTU HPT Indrapuri merupakan Balai Pembibitan Nasional yang sudah berkembang lama dan dipercayakan untuk pengembangan sapi Aceh sebagai plasma nutfah yang dibanggakan masyarakat Aceh.

Menurutnya, BPTU berperan memantau perkembangan sapi Aceh yang akan dan telah didistribusikan. Untuk itu, Ia sarankan Kepala Balai untuk mensosialisasikan kepada seluruh pihak terkait dalam pengembangan sapi Aceh dengan membuat komitmen atau perjanjian kerja sama.

"Karena kunci keberhasilan ini semua adalah kekompakan. Nantinya, pengembangan sapi Aceh dengan program pembiayaan melalui KUR (kredit usaha rakyat) harus diarahkan ke peternak dalam  mengembangkan sapi Aceh," papar Nasrullah.

Di sisi lain, Nasrullah bersama tim Ditjen PKH juga telah melakukan kunjungan kerja ke BPTU HPT Indrapuri. Kunjungan ini difokuskan ke seluruh lokasi BPTU HPT Indrapuri untuk meninjau Pastura dan  Rearing dan juga Bull Treatmen Unit (BTU). "Sebagai tempat produksi pejantan (bull) dalam rangka perbaikan dan peningkatan mutu genetik sapi Aceh harus kita tinjau," ucap dia.

BPTU HPT Indrapuri melakukan pelatihan terhadap sapi-sapi jantan sampai mendapatkan sertifikat unggul dan siap pakai. Sehingga kebutuhan sapi pejantan di Aceh maupun nasional dapat terpenuhi dan mencapai tujuan akhir terciptanya Swasembada Bull Nasional. "Kita harus menghasilkan bull yang unggul, sehingga bisa dimanfaatkan oleh Dinas Peternakan dan masyarakat," imbuh Nasrullah.

Ia mengharapkan nantinya, hasil dari BPTU HPT Indrapuri sebagai salah salah satu penghasil ternak unggul (output) akan disebarkan ke masyarakat (outcome). Sehingga pendapatan masyarakat juga menjadi meningkat (menguntungkan).

Lebih lanjut Nasrullah menyampaikan, Straw sapi Aceh disebarkan ke peternak dan  pejantan bibit yang dimilki peternak bisa dilakukan replacement di BPTU HPT Indrapuri, sehingga bull yang dihasilkan BPTU HPT Indrapuri bisa bermanfaat untuk kesejahteraan peternak.

Sementara Kepala Dinas Peternakan Aceh, drh. Rahmandi, mengatakan pihaknya siap membantu mengembangkan sapi Aceh. "Saat ini kita sudah melakukan pemetaan dalam pengembangannya di Provinsi Aceh," pungkasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement