Kamis 03 Mar 2022 06:36 WIB

Kementan Pastikan Stok Sapi Siap Potong Aman Hingga Lebaran

Stok daging sapi atau kerbau hingga Mei masih surplus 31.153,4 ton.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Indira Rezkisari
Populasi sapi di PT TUM saat ini sebanyak 8.016 ekor, dengan sapi siap potong untuk bulan Maret 2022 sebanyak 2.500 ekor dan untuk bulan April sebanyak 2.500 ekor, serta bulan Mei sebanyak 3.000 ekor.
Foto: Kementan
Populasi sapi di PT TUM saat ini sebanyak 8.016 ekor, dengan sapi siap potong untuk bulan Maret 2022 sebanyak 2.500 ekor dan untuk bulan April sebanyak 2.500 ekor, serta bulan Mei sebanyak 3.000 ekor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan kunjungan ke peternakan sapi di wilayah Tangerang, Banten, untuk memastikan ketersediaan sapi siap potong untuk masyarakat aman dan tercukupi. Ia pun menyampaikan, masyarakat  tidak perlu khawatir dan termakan isu tentang kekurangan daging sapi.

“Stok kita masih aman hingga nanti Lebaran," katanya di sela-sela kunjungannya ke PT Tanjung Unggul Mandiri (TUM) di Tangerang, Rabu (2/3/2022) seperti dikutip dalam siaran pers.

Baca Juga

PT TUM merupakan salah satu perusahaan peternakan yang fokus menggemukkan sapi dari jenis Brahman yang didatangkan dari Australia. Ia pun menyampaikan, dengan melihat ketersediaan sapi  di tempat tersebut, ia yakin dari apa yang ia lihat bahwa ketersediaan sapi siap potong cukup.

“Kita punya kesiapan di sini 8.016 ekor dan menjadi faktualisasi dari data yang kita laporkan kepada presiden, karena presiden minta difaktualisasi  validasi data, apakah betul antara data dan kenyataan di lapangan seperti itu,"  katanya.

 

 

Pihaknya meyakini, selain ketersediaan sapi di PT TUM ketersediaan sapi di feedloter lainnya diyakini dapat menyuplai kebutuhan sapi siap potong untuk wilayah Jabodetabek yang paling banyak konsumsi daging. Ia pun mengklaim, data yang dilaporkan secara periodik ke presiden telah divalidasi langsung ke tempat. Menurutnya, ketersediaan daging dan sapi cukup, sehingga jika terjadi dinamika harga saat ini dipengaruhi adanya fluktuasi harga di global yang terjadi dan harga internasional yang mempengaruhi harga.

“Tetapi kita berharap tidak ada yang panik karena sebenarnya ketersediaan stok kita cukup untuk itu," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, berdasarkan data per Rabu (2/3/2022)  dan verifikasi secara faktual, ketersediaan daging sapi/kerbau bulan Maret hingga Mei 2022 sebanyak 234.091,2 ton, sedangkan kebutuhan sebanyak 202.937,8 ton, sehingga masih ada surplus sebanyak 31.153,4 ton.

Komposisi ketersediaan daging tersebut terdiri dari; produksi Sapi/Kerbau Lokal sebanyak 445.884 ekor atau setara daging 80.268,0 ton;  Sapi Bakalan Impor siap potong pada bulan Maret-Mei sebanyak 143.464 ekor atau setara daging 27.500,6 ton; dan Daging Sapi/Kerbau beku impor sebanyak 95.114,8 ton.

Menurutnya, validasi data prognosa ketersediaan dan kebutuhan daging sapi/kerbau ini secara periodik telah dibahas bersama dengan Kementerian dan Lembaga terkait lainnya, serta assosiasi peternakan. Lebih lanjut Syahrul jelaskan, sentra-sentra sumber produksi sapi yang dihitung saat ini baru dari 10 sentra-sentra produksi di Indonesia.

“Ketersediaan sapi/kerbau lokal sudah ada tersedia by name by address pada 10 provinsi sentra sapi/kerbau lokal”, imbuhnya. Untuk itu pihaknya minta agar para pemotong dan pedagang daging sapi agar tetap berjualan karena stok sapi siap potong sampai lebaran aman.

Sementara itu, Supply Chain Manager TUM, Tri Nugrahwanto menyampaikan populasi sapi di PT. TUM saat ini sebanyak 8.016 ekor, dengan sapi siap potong untuk bulan Maret 2022 sebanyak 2.500 ekor dan untuk bulan April sebanyak 2.500 ekor, serta bulan Mei sebanyak 3.000 ekor.

Ia menyebutkan untuk menambah populasi sapi, PT. TUM berencana impor pada bulan Maret 2022 sebanyak 3.000 ekor (sudah kontrak 1.900 ekor dan akan akan tiba/ETA pada tanggal 21 Maret 2022). Berikutnya juga akan dilakukan impor pada bulan April sebanyak 3.000 ekor dan untuk bulan Mei sebanyak 2.500 ekor.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement