Senin 21 Feb 2022 14:17 WIB

Sukuk Bank Syariah Indonesia Raih Peringkat A+ dari Fitch Ratings

Peringkat A+ Fitch Ratings menunjukkan tingkat risiko gagal bayar yang relatif rendah

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Karyawan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melayani nasabah di kantor BSI Regional XI Makassar di Makassar, Sulawesi Selatan. PT Bank Syariah Indonesia Tbk memperoleh peringkat A+ untuk Sukuk Mudharabah Subordinasi I tahun 2016. Pemeringkatan dilakukan oleh lembaga pemeringkat Fitch Ratings Indonesia yang diterbitkan pada 11 Februari 2022.
Foto: ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/wsj.
Karyawan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melayani nasabah di kantor BSI Regional XI Makassar di Makassar, Sulawesi Selatan. PT Bank Syariah Indonesia Tbk memperoleh peringkat A+ untuk Sukuk Mudharabah Subordinasi I tahun 2016. Pemeringkatan dilakukan oleh lembaga pemeringkat Fitch Ratings Indonesia yang diterbitkan pada 11 Februari 2022.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk memperoleh peringkat A+ untuk Sukuk Mudharabah Subordinasi I tahun 2016. Pemeringkatan dilakukan oleh lembaga pemeringkat Fitch Ratings Indonesia yang diterbitkan pada 11 Februari 2022.

"Peringkat tersebut tidak mengalami perubahan dari peringkat sebelumnya," kata Sekretaris Perusahaan BSI, Gunawan Arief Hartoyo melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, dikutip Ahad (20/2). 

Baca Juga

Peringkat A+ menunjukkan tingkat ekspektasi tingkat risiko gagal bayar yang relatif rendah terhadap emiten atau obligasi lain di negara atau serikat moneter yang sama. Peringkat untuk sukuk BSI ini berlaki nasional dan jangka panjang.

Secara perusahaan, BSI juga memperoleh peringkat nasional jangka panjang di AA (idn) atau outlook stabil. Peringkat ini menunjukkan ekspektasi risiko gagal bayar yang sangat rendah dibanding emiten atau atau obligasi lain. 

Perseroan juga memperoleh peringkat nasional jangka pendek di F1+ (idn) yang menunjukkan kapasitas terkuat untuk pembayaran tepat waktu atas komitmen keuangan relatif terhadap penerbit. Peringkat ini  dietapkan ke risiko gagal bayar terendah dengan profil likuiditas yang sangat kuat. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement