Sabtu 19 Feb 2022 08:03 WIB

Jaringan 5G Telkomsel Bidik Klaster Pendidikan dan Industri

Jaringan 5G Telkomsel bidik dua klaster wilayah, yakni industri dan pendidikan.

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Jaringan 5G Telkomsel Bidik Klaster Pendidikan dan Industri. (Rahmat Saepulloh)
Jaringan 5G Telkomsel Bidik Klaster Pendidikan dan Industri. (Rahmat Saepulloh)

Jaringan 5G Telkomsel membidik dua klaster wilayah, yakni industri dan pendidikan. Layanan ini disesuaikan dengan demand dari ekosistem yang tersedia. Selain itu, disesuaikan dengan kebutuhan layanan di kawasan tersebut. Seperti diwartakan sebelumnya, layanan 5G Telkomsel telah menyebar di beberapa kota, antara lain Jakarta, Medan, Batam, Makassar, Denpasar, Balikpapan, Surabaya, Solo, dan Bandung.

GM Network Service Assurance Regional Telkomsel Jabar, Danang Prakoso, menjelaskan bahwa pihaknya secara bertahap akan memperluas jangkauan 5G dan mengembangkan solusi digital melalui layanan 5G dengan kualitas terbaik, jaringan berkecepatan tinggi, dan latensi rendah, serta mendorong kolaborasi yang makin kuat antar pemangku kepentingan yang memiliki tujuan kuat yang sama dalam melakukan transformasi digital untuk mendukung aktivitas keseharian.

Baca Juga: Mudahkan Pelanggan di Medan, Telkomsel Hadirkan MyGraPARI Lewat Layanan Self Service Digital

"Komitmen kami selanjutnya adalah memastikan 5G tersedia untuk seluruh masyarakat di Indonesia, baik untuk segmen konsumen, pemerintah, akademisi, maupun industri," kata Danang kepada wartawan di Bandung, Kamis sore (17/2/2022).

Telkomsel 5G secara bertahap dan terukur ini sekaligus mendorong penguatan ekosistem digital lintas sektor dengan menghadirkan solusi gaya hidup digital dengan komitmen menghadirkan the best 5G experience yang akan menunjang kemajuan masyarakat.

Danang menyebutkan, berdasarkan perencanaan infrastruktur digital Indonesia, layanan utama dari infrastruktur digital adalah 4G yang kemudian dilengkapi dengan 5G. "Artinya, ke depan teknologi jaringan 5G ini nantinya akan tersebar dan melayani wilayah-wilayah yang memiliki demand dan potensi tinggi," imbuhnya.

Hadirnya jaringan Telkomsel 5G diharapkan mampu meningkatkan kapabilitas digital nasional dengan memajukan sektor-sektor unggulan. Salah satunya, pendidikan yang dapat mendukung upaya pengembangan riset yang terukur dan tepat untuk memastikan pemberdayaan teknologi 5G yang tepat guna ke masa mendatang seperti di kawasan kampus Telkom University dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Keunggulan teknologi 5G dapat membuka lebih banyak peluang terciptanya solusi dan inovasi digital yang lahir dari para talenta di Tanah Air," katanya.

Dia menilai, jaringan 5G tidak hanya membuat masyarakat sebagai pengguna, tetapi sebagai pemain utama yang memanfaatkan teknologi internet. Beberapa sektor yang bisa maju menurutnya seperti pariwisata dan pendidikan.

"Jaringan 5G juga dapat mendorong implementasi Industry 4.0 melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional untuk berbagai sektor industri," sambungnya.

Danang mencontohkan seperti pengembangan teknologi 5G di Kawasan Jababeka, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang merupakan kawasan industri yang berhasil bertransformasi menjadi kota modern yang mandiri melalui hadirnya kawasan hunian asri dan komersial serta berbagai fasilitas terdepan.

Telkomsel juga akan membangun jaringan 5G di kawasan pilot Jababeka sebagai langkah awal untuk melangsungkan trial use case 5G. Lebih jauh, pengembangan teknologi 5G ini merupakan upaya bersama dalam mewujudkan transformasi digital bagi Kawasan Jababeka sebagai road map menuju Jababeka Digitalized Township Ecosystem.

"5G juga dapat mendorong implementasi Industry 4.0 melalui peningkatan produktivitas dan efisiensi operasional untuk berbagai sektor industri," ujarnya.

Adapun GM Consumer Sales Regional Telkomsel Jabar, Abdi J Putra, menambahkan bahwa pengembangan jaringan 5G di kawasan industri saat ini sangat penting dilakukan mengingat tingginya kebutuhan sektor industri terhadap penerapan teknologi Internet of Things (IoT).

Jababeka merupakan kawasan industri besar dengan lebih dari 2.000 perusahaan nasional maupun multinasional dari lebih 30 negara beroperasi di sana. Tentunya, keberadaan jaringan 5G di kawasan tersebut akan mendorong lebih banyak perusahaan untuk bertransformasi melalui penerapan teknologi IoT yang menawarkan kemampuan real-time serta mendukung implementasi smart factory, augmented reality, drone inspection, maupun enhanced video service yang banyak dibutuhkan.

"Langkah ini pun sejalan dengan dukungan kami terhadap fokus pemerintah dalam mendorong implementasi industri 4.0 secara nasional untuk tercapainya industri manufaktur yang mandiri, berdaulat, maju, berkeadilan, dan inklusif," pungkasnya.

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement