Selasa 08 Feb 2022 10:12 WIB

IHSG Lanjutkan Penguatan, Saham Bank Berpotensi Melambung

Pagi ini saham BBCA naik 0,32 persen.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi
Karyawan mengamati layar yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (12/11). Indeks harga saham gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, Selasa (8/2/2022).
Foto: Prayogi/Republika.
Karyawan mengamati layar yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (12/11). Indeks harga saham gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, Selasa (8/2/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini, Selasa (8/2/2022). IHSG dibuka naik ke posisi 6.813,18 dan kembali menyentuh level tertinggi di posisi 6.860,75.

Kenaikan saham bank berkapitalisasi jumbo menjadi penggerak IHSG pagi ini dengan BBCA naik 0,32 persen, BBNI dan BBRI masing-masing meningkat 1,69 persen dan1,82 persen. Sementara BMRI melompat lebih tinggi sebesar 2 persen. 

Baca Juga

Selain itu, saham tambang juga iku melambung didukung kenaikan harga komoditas tambang. Saham PGAS naik paling signifikan sebesar 2,53 persen, disusul AALI yang melesat 1,27 persen, ITMG menguat 1,07 persen dan PTBA 1,06 persen. 

Secara umum, pergerakan IHSG dipengarui sentimen positif pertumbuhan ekonomi Indonesia. Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal IV mencapai sebesar 1,06 persen secara kuartalan. Sedangkan secara tahunan, PDB Indonesia tumbuh 5,02 persen, lebih tinggi dari periode sebelumnya yang naik 3,51 persen. 

Di tengah pergerakan IHSG yang cenderung positif ini, Indo Premier Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang layak koleksi. BBTN dan BBNI dinilai prospektif karena memiliki kinerja keuangan yang cemerlang.

Selain itu, PTBA juga mendapat rekomendasi beli. Saham PTBA dinilai prospektif didukung potensi kerja sama antara perseroan dengan PT Jasa Marga Tbk untuk pengembangan PLTS di jalan tol milik Jasa Marga Group. 

Saham yang direkomendasikan selanjutnya yaitu dari sektor konsumer, INDF. Laba bersih inti INDF tumbuh 33 persen yoy ditopang oleh solidnya penjualan dan margin di semua segmen khususnya segmen perkebunan. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement