Ahad 30 Jan 2022 16:34 WIB

Kargo di Bandara Eltari Meningkat

Meningkatnya kargo di Bandara El Tari karena banyaknya pesanan barang e-commerce.

Rep: ANTARA/ Red: Fuji Pratiwi
Terminal kargo bandara (ilustrasi). PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang mencatat mulai 2020 hingga awal 2022, pergerakan kargo melalui bandara itu terus mengalami kenaikan.
Foto: ANTARA/Ahmad Subaidi
Terminal kargo bandara (ilustrasi). PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang mencatat mulai 2020 hingga awal 2022, pergerakan kargo melalui bandara itu terus mengalami kenaikan.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Manajemen PT Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang mencatat mulai 2020 hingga awal 2022, pergerakan kargo melalui bandara itu terus mengalami kenaikan.

"Kita lihat jika pada 2020 jumlah kargo sekitar 9.319.233 kilogram maka selama 2021 justru naik menjadi 11.949.299 kilogram," kata GM PT Angkasa Pura I bandara El Tari Kupang I Nyoman Noer Rohim di Kupang, NTT, Ahad (30/1/2022).

Baca Juga

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan pergerakan penumpang, pergerakan pesawat dan juga kargo yang melalui bandara El Tari Kupang sejak 2020 hingga awal 2022. Ia mengatakan jika dipersentasekan maka terjadi kenaikan yang sangat signifikan pada kargo yakni mencapai 28,22 persen dibandingkan 2020.

Namun, ujar dia, jika dihitung per harinya pergerakan kargo pada 2020 sebanyak 19.655 kilogram. Pada 2021 rata-rata per harinya mencapai 27.497 kilogram.

"Tetapi pada awal 2022 ini justru mencapai 36. 367 kilogram kargo per harinya," tambah dia.

Dibandingkan dengan periode yang sama yakni Januari pada 2020 dan 2021 maka terjadi peningkatan sebesar 28,52 persen. Pada Januari 2022 ini dibandingkan dengan Januari 2020 terjadi kenaikan 45,95 persen. Lalu jika dibandingkan dengan Januari 2021 ada kenaikan 24,39 persen.

"Ya kita lihat sendiri saat ini terus naik. Dalam sebulan itu ada sekitar 12 pesawat kargo yang datang membawa berbagai barang," tambah dia.

Meningkatnya pergerakan kargo di Bandara El Tari itu dikarenakan banyaknya pesanan barang secara daring melalui e-commerce. "Hal ini terbukti karena rata-rata muatan atau kargo itu kebanyakan dari barang pesanan toko online," kata Nyoman.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement