Jumat 14 Jan 2022 06:51 WIB

Berdikari Sebut Belum Terima Penugasan Impor Daging 2022

Tahun lalu, Berdikari mengimpor daging kerbau 24.724 ton dan sapi 1.900 ton.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya
PT Berdikari (Persero)
Foto: https://berdikari-persero.co.id/
PT Berdikari (Persero)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Berdikari (Persero) menyampaikan, belum mendapatkan penugasan impor daging sapi/kerbau untuk tahun 2022. Diketahui, pemerintah menetapkan rencana alokasi impor daging sapi tahun ini sebanyak 266 ribu ton.

"Sampai saat ini yang saya tahu belum ada penugasan. Namun kami sangat siap kalau surat penugasan dikeluarkan," kata Direktur Operasional Berdikari, Muhammad Hasyim dalam webinar Pataka, Kamis (13/1/2022). 

Baca Juga

Ia menjelaskan, Berdikari mulai mendapat penugasan impor daging beku sejak 2018. Di mana saat itu perseroan mendapatkam penugasan 20 ribu ton daging kerbau beku India dan terealisasi sepenuhnya.

Adapun pada penugasan impor pada 2019,  Berdikari mengimpor 10.000 ton daging sapi asal Brasil. Namun, realisasi impor daging sapi Brasil berjumlah 3.500 ton.

 

Berdikari menerima penugasan impor daging kerbau 50.000 ton dan sapi Brasil 10.000 ton pada 2020. Realisasi dari penugasan mencapai 24.724 ton untuk daging kerbau dan 1.900 ton ton daging sapi Brasil.

Sementara, untuk tahun 2021 Berdikari tidak mendapatkan penugasan impor daging kerbau. Namun hanya daging sapi Brazil sebanyak 20 ribu ton. "Realiasinya hingga hari ini kurang lebih 16.560 ton,” katanya.

Sebelumnya Kementerian Pertanian dtelah menetapkan neraca daging sapi/kerbau nasional untuk tahun 2022. Tingkat konsumsi diperkirakan sebesar 2,57 kilogram (kg) per kapita per tahun atau 706 ribu ton secara nasional. Sementara itu, kemampuan produksi dalam negeri diproyeksi hanya 436 ribu ton dan stok awal tahun 62 ribu ton sehingga masih di bawah dari kebutuhan.

Di sisi lain, pemerintah pun menargetkan harus terdapat stok sisa akhir tahun sebesar 58,8 ribu ton sehingga diperoleh defisit daging 2022 sebesar 266 ribu ton. Defisit tersebut akan dipenuhi melalui impor. Namun, Makmun belum merinci lebih detail terkait volume impor tersebut.

Melihat tren tahun-tahun sebelumnya, impor daging berasal dari impor sapi bakalan, daging sapi beku dari Australia dan Brazil, serta daging kerbau beku India.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement