Rabu 05 Jan 2022 15:10 WIB

Saham Indosat Terkoreksi Pascamerger

Indosat Ooredo resmi melakukan merger dengan Hutchison 3 Indonesia (H3I).

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya
Logo Indosat Ooredoo
Foto: seeklogo
Logo Indosat Ooredoo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga saham PT Indosat Tbk (ISAT) mengalami koreksi pada perdagangan hari ini, Rabu (5/1/2022). Penurunan saham terjadi di tengah kesuksesan perseroan melakukan merger dengan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) atau Tri Indonesia.

Pada sesi pertama hari ini, saham emitem operator telekomunikasi tersebut sempat jatuh ke posisi 6.050 meski dibuka menguat pada pembukaan perdagangan. Namun, pelemahan masih terjadi pada sesi kedua hingga sebesar 1,60 persen. 

Baca Juga

Sampai siang hari ini, investor asing tercatat melakukan penjualan bersih saham ISAT sebesar Rp 3,75 miliar. Sedangkan selama sepekan terakhir, investor asing sudah melepas saham ISAT sebesar Rp 9,89 miliar. 

Sebelumnya pada Selasa (4/1/2022), Indosat resmi merger dengan Tri Indonesia setelah menerima semua persetujuan hukum dan disetujui oleh pemegang saham. Adapun nilai dari transaksi ini mencapai Rp 86 triliun. 

 

Penggabungan Indosat Ooredoo dan Tri Indonesia akan menyatukan dua bisnis yang saling melengkapi. Entitas akan menjadi perusahaan telekomunikasi seluler terbesar kedua di Indonesia yang ditaksir memiliki pendapatan tahunan sekitar 3 miliar dolar AS atau setara Rp 42,9 triliun. 

Kombinasi aset yang dimiliki kedua perusahaan memungkinkan entitas hasil merger mendapatkan keuntungan dari sinergi biaya dan belanja modal (capex). Perusahaan memperkirakan rasio proses (run rate) tahunan sinergi sebelum pajak akan mencapai 300-400 juta dolar AS dalam tiga hingga lima tahun ke depan. 

Seiring aksi merger ini, manajemen perseroan mengumumkan perubahan jajaran dewan komisioner dan direksi yang telah ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 28 Desember 2021 lalu. Susunannya terdiri atas:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Halim Alamsyah

Deputi Komisaris Utama : Canning Fok Kin Ning

Deputi Komisaris Utama : Aziz Ahmad M Aluthman Fakhroo

Komisaris Independen : Hernando

Komisaris Independen : Wijayanto Samirin

Komisaris Independen : Elisa Lumbantoruan

Komisaris Independen : Syed Maqbul Quader

Komisaris Independen : Rudiantara

Komisaris : Frank John Sixt

Komisaris : Cliff Woo Chiu Man

Komisaris : Patrick Walujo

Komisaris : Nigel Thomas Byrne

Komisaris : Rene Heinz Werner

Komisaris : Ahmad Abdulaziz A A Al Neama

Komisaris : Meirijal Nur

 

Dewan Direksi

Presiden Direktur & CEO : Vikram Sinha

Direktur & Chief Strategy & Execution Officer : Armand Hermawan

Direktur & CFO : Nicky Lee Chi Hung

Direktur & Chief Regulatory Officer : Muhammad Danny Buldansyah

Direktur & Chief Human Resources Officer : Irsyad Sahroni

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement