Kamis 23 Dec 2021 14:05 WIB

Muncul Varian Omicron, Kepercayaan Konsumen AS Tetap Meningkat

Konsumen AS kurangi belanja pada Oktober-November, tetapi berbelanja jelang liburan.

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha
Warga Amerika mengantre di sebuah pusat perbelanjaan di Los Angeles, Amerika Serikat, Rabu (22/12).
Foto: AP Photo/Marcio Jose Sanchez
Warga Amerika mengantre di sebuah pusat perbelanjaan di Los Angeles, Amerika Serikat, Rabu (22/12).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Kepercayaan konsumen Amerika Serikat meningkat pada bulan ini. Warga Amerika mengabaikan kekhawatiran tentang kenaikan harga dan varian omicron yang sangat menular dari Covid-19.

Seperti dilansir AP, Kamis (23/12), The Conference Board, sebuah kelompok riset bisnis, mengatakan indeks kepercayaan konsumen yang memperhitungkan penilaian konsumen terhadap kondisi saat ini dan prospek mereka masa depan naik menjadi 115,8 pada Desember. Angka tertinggi sejak Juli dan pada November, terdaftar 111,9.

Baca Juga

Pandangan konsumen tentang kondisi saat ini sedikit menurun, tetapi prospek mereka untuk enam bulan ke depan cerah. Ekspektasi mereka inflasi benar-benar turun bulan ini, mungkin karena harga bensin telah jatuh dalam beberapa pekan terakhir. Meskipun pemerintah melaporkan bahwa harga naik pada November pada tingkat tercepat dari tahun ke tahun sejak 1982.

Ekonom di Navy Federal Credit Union Robert Frick mengatakan meskipun inflasi tinggi dan gelombang Omicron meningkat, konsumen optimistis pada 2022.

 

“Ini mencerminkan momentum ekonomi yang tumbuh, karena lowongan pekerjaan tetap tinggi dan harga turun secara drastis. Ini adalah bukti lebih lanjut bahwa belanja konsumen akan terus meningkat dan menjadi faktor utama yang mendorong ekspansi,” ucapnya.

Sementrara itu Direktur Senior Ekonomi Conference Board Lynn Franco menambahkan sejak varian omicron Covid-19 mulai menyebar dengan cepat di seluruh dunia, mengancam pemulihan ekonomi yang kuat secara tak terduga dari resesi virus corona tahun lalu.

“Melihat 2022, kepercayaan dan belanja konsumen akan terus menghadapi tantangan dari kenaikan harga dan gelombang musim dingin yang diperkirakan dari pandemi,” ucapnya.

Departemen Perdagangan melaporkan pekan lalu bahwa konsumen AS memperlambat pengeluaran mereka dari Oktober hingga November, tetapi terus berbelanja menjelang musim liburan meskipun harga naik dan kekurangan yang meluas. Namun, laporan penjualan ritel November tidak menangkap dampak apa pun dari omicron, yang muncul pada akhir November.

Pada Rabu, Presiden Joe Biden mengadakan pertemuan gugus tugas gangguan rantai pasokannya secara virtual dan secara langsung di Washington. Dia memuji apa yang dia katakan sebagai kemajuan signifikan dalam mengurangi kemacetan di pelabuhan dan masalah lain yang telah menciptakan kekurangan barang dan berkontribusi untuk harga yang lebih tinggi bagi konsumen.

Biden mengatakan persediaan ritel naik tiga persen dari tahun lalu dan ketersediaan produk mencapai 90 persen, mendekati kondisi sebelum pandemi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement