Jumat 17 Dec 2021 08:04 WIB

Rumah Tahan Gempa Mulai Diincar Konsumen

Unit-unit rumah yang dibangun sudah dilengkapi panel surya

Penandatanganan kerja sama antara PT Samudra Bangun Raya (SBR) dengan PT Wika Pracetak Gedung (WPG).
Foto: Istimewa
Penandatanganan kerja sama antara PT Samudra Bangun Raya (SBR) dengan PT Wika Pracetak Gedung (WPG).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bangunan tahan gempa kini mulai jadi kebutuhan masyarakat saat ini. Mengingat Indonesia berada di jalur cincin api (ring of fire) yang sering memicu gempa bumi tektonik. 

Guna memenuhi minat masyarakat itu, PT Samudra Bangun Raya (SBR) kembali menghadirkan perumahan dengan struktur bangunan tahan gempa. Pihak SBR pun menjalin kerja sama melalui penandatanganan Letter of Intent dengan PT Wika Pracetak Gedung dalam pembangunan perumahan Vila Kebun Raya Cibinong Estate tahap 2.

Direktur Utama PT Samudra Bangun Raya, Much Yhaeni, mengatakan penandatanganan naskah kerja sama ini merupakan bukti komitmen pihaknya kepada konsumen untuk memberikan hunian yang berkualitas serta tahan gempa. “Dengan konsep struktur dari beton, unitnya menjadi rumah tahan gempa karena pondasinya dengan konsep tahan gempa," ujar dia.

Struktur beton itu akan diproduksi oleh Wika Pracetak Gedung agar kualitasnya terjamin. Sebelumnya, pada tahap pertama, perumahan dengan konsep yang serupa sukses diterima masyarakat. Pada pengembangan tahap kedua, hunian dirancang menyesuaikan target konsumen properti kelas menengah atas.

 

Kawasan hunian ini dibangun di atas lahan seluas 3,7 hektare dengan total 31 unit ruko dan 235 unit rumah. Rumah dengan dua lantai ini dilengkapi fasilitas smart home, inconet dari PLN, Wika Watherheater dari Wika Winner. 

Menurut Mohammad Solikin, Direktur Marketing PT Samudra Bangun Raya, yang paling menarik dari perumahan ini, pemilik rumah akan terbebas dari biaya listrik. “Pasalnya unit-unit rumah yang dibangun sudah dilengkapi panel surya dari Wika,” ungkapnya.  

Proyek perumahan dengan total investasi Rp 100 miliar ini menawarkan rumah dua lantai. Proses pembangunannya dijadwalkan selesai dalam waktu 7 bulan. "Selanjutkan akan diserahterimakan kepada konsumen,” ujar Solikin. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement