Rabu 15 Dec 2021 17:06 WIB

AP II Lakukan Sejumlah Strategi Jaga Kinerja Keuangan

AP II mengimplementasikan skema supplier financing untuk menjaga pengembangan.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
Penumpang tiba di terminal kedatangan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatera Barat, Sabtu (1/5). PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) melakukN sejumlH strategi untuk menjaga kinerja keuangan perusahaan pada masa pandemi Covid-19.
Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra
Penumpang tiba di terminal kedatangan Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatera Barat, Sabtu (1/5). PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) melakukN sejumlH strategi untuk menjaga kinerja keuangan perusahaan pada masa pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Angkasa Pura (AP) II (Persero) melakukN sejumlH strategi untuk menjaga kinerja keuangan perusahaan pada masa pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 menghadirkan tantangan terberat sepanjang sejarah bagi dunia penerbangan global termasuk di Indonesia. 

“AP II yang mengelola 20 bandara di Indonesia menjalankan strategi business survival dengan memperketat cost leadership dalam setiap program, serta cashflow management secara efisien,” kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko AP II Wiweko Probojakti dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (15/12). 

Baca Juga

Wiweko menjelaskan, AP II mengimplementasikan skema supplier financing untuk menjaga pengembangan dan pembangunan infrastruktur. Hal tersebut menurutnya penting untuk mendukung operasional bandara dan pemulihan ekonomi nasional. 

Dia mengatakan AP II menandatangani skema supplier financing bersama dengan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan Bank Mandiri. Hal tersebut dilakukan untuk pembiayaan empat pekerjaan dengan nilai maksimal Rp 400 miliar.

 

Keempat pekerjaan itu yakni pembangunan hotel domestik Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, jasa konstruksi lanjutan pekerjaan aksesibilitas, pelebaran dan perpanjangan runway Bandara Banyuwangi, dan perluasan gedung Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. 

"Supplier financing ini adalah salah satu opsi pendanaan yang prosesnya sederhana dan bunga yang kompetitif, karena ada kepentingan tiga pihak di sana yakni AP II selaku pemberi pekerjaan, lalu WIKA sebagai kontraktor (supplier) dan Bank Mandiri sebagai lembaga keuangan yang melakukan pembiayaan sehingga ini bisa mewujudkan cost leadership,” jelas Wiweko. 

Wiweko menjelaskan melalui opsi supplier financing tersebut, bank akan membayarkan terlebih dahulu tagihan dari kontraktor. Skema tersebut akan membuat AP II bisa lebih efisien dalam mengatur cashflow.

“Opsi supplier financing ini juga untuk memastikan pembangunan infrastruktur di bandara AP II dapat tetap berjalan sehingga daya saing bandara dapat tetap terjaga dan mendukung pemulihan ekonomi nasional,” ungkap Wiweko.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement