Selasa 30 Nov 2021 23:43 WIB

Apresiasi Perfilman Tanah Air, Sandiaga Buat Festival FSM

Kemenparekraf meluncurkan Family Sunday Movie (FSM) geliatkan industri perfilman.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Mas Alamil Huda
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno meluncurkan Family Sunday Movie (FSM). FSM merupakan sebuah festival film pendek yang digagas sebagai bentuk apreasiasi bagi para pelaku industri perfilman daerah di seluruh Indonesia.
Foto: Istimewa
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno meluncurkan Family Sunday Movie (FSM). FSM merupakan sebuah festival film pendek yang digagas sebagai bentuk apreasiasi bagi para pelaku industri perfilman daerah di seluruh Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) meluncurkan Family Sunday Movie (FSM). FSM merupakan sebuah festival film pendek yang digagas sebagai bentuk apreasiasi bagi para pelaku industri perfilman daerah di seluruh Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan, mulai Januari 2022 para filmmaker dari seluruh wilayah Indonesia dapat mendaftarkan hasil karya berupa film pendek/film dokumenter bertema keluarga, komedi, heroik, kebangsaan, olahraga, inspiratif, motivasi, edukasi, lingkungan, dan sosial dengan background Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia.

Baca Juga

"Bagi dua film yang terpilih setiap bulannya, berhak mengikuti ajang penghargaan Festival Family Sunday Movie yang diadakan setiap tahun," katanya, Senin (29/11).

Ia menuturkan, Family Sunday Movie merupakan wujud dari komitmen Kemenparekraf untuk memfasilitasi, memperluas jaringan para filmmaker, mendukung komunitas film lokal, dan melahirkan generasi baru yang akan menjadi motor penggerak bagi industri kreatif di Indonesia.

"Semangat Festival Family Sunday Movie adalah menjadi wadah bagi para pelaku film di daerah untuk menghasilkan karya-karya orisinal yang berkualitas," kata dia.

Sandiaga mengatakan, dengan diluncurkannya Festival Family Sunday Movie diharapkan menjadi solusi konkret untuk komunitas-komunitas film di daerah serta menginventarisasi kembali komunitas film pendek.

Selain itu diharapkan akan menjadi ajang berkreasi untuk menampilkan kearifan lokal, membangun kemandirian, membuka ruang ekspresi bagi komunitas filmmaker daerah agar memiliki media publikasi yang di fasilitasi oleh Kemenparekraf.

Melalui kegiatan ini para filmmaker juga dapat belajar mendistribusikan hasil karya yang nantinya akan meningkatkan kualitas komunitas sehingga dapat menciptakan lapangan kerja yang luas untuk daerahnya masing-masing.

“Semoga setelah ini akan semakin banyak film khususnya film pendek Tanah Air yang diproduksi, karena terbukti film adalah media promosi yang sangat efektif untuk menarik kedatangan wisatawan dan terciptanya lapangan kerja," kata Sandiaga.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement