Kamis 11 Nov 2021 18:08 WIB

BTN Kenalkan Fitur Baru di Lima Kota Besar

KPR BTN Gaess for Millenials dinilai sangat tepat dimanfaatkan oleh para milenial.

Primary Mortgage Officer PT BTN, Ajeng Sista Palupi Cakrasiwi menyampaikan sosialisasi fitur Graduated Payment Mortgage (GMP) pada KPR BTN Gaess for Millenial di Kyoto Cafe Sleman, Jumat (5/11).
Foto: dokpri
Primary Mortgage Officer PT BTN, Ajeng Sista Palupi Cakrasiwi menyampaikan sosialisasi fitur Graduated Payment Mortgage (GMP) pada KPR BTN Gaess for Millenial di Kyoto Cafe Sleman, Jumat (5/11).

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN --  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk gencar menyosialisasikan fitur Graduated Payment Mortgage (GPM) pada KPR BTN Gaess for Millenial setelah dirilis akhir Oktober 2021 lalu, salah satunya lewat ajang roadshow di lima kota besar di Indonesia. Fitur Graduated Payment Mortgage (GPM) digagas Bank BTN untuk menggaet para milenial untuk membeli rumah dengan KPR BTN Gaess For Millenial. Fitur tersebut memudahkan milenial karena angsurannya cenderung ringan di beberapa tahun pertama dengan perhitungan suku bunga kredit yang lebih kompetitif.

Roadshow tersebut dilakukan untuk mengejar target pencapaian penyaluran KPR Non Subsidi yang tahun ini dipatok Rp 10,3 triliun. "Kami melakukan roadshow untuk melakukan pendekatan langsung ke milenial yang saat ini menjadi segmen yang paling diincar BTN, kami harapkan KPR BTN Gaess for Millenials ini dapat mendominasi 60 persen dari keseluruhan penyaluran KPR non Subsidi," kata Primary Mortgage Officer PT BTN, Ajeng Sista Palupi Cakrasiwi menyampaikan sosialisasi fitur Graduated Payment Mortgage (GMP) pada KPR BTN Gaess for Millenial di Kyoto Cafe Sleman, beberapa waktu lalu.

Untuk mengejar target tersebut, Bank BTN menggelar roadshow di Daerah Istimewa Yogyakarta, Medan, Surabaya, Bandung, dan Makassar. Lima kota tersebut, menurut Ajeng memiliki potensi besar karena populasinya tinggi, dengan tingkat pendapatan per kapita masyarakatnya juga besar dan tentu saja memiliki jumlah penduduk usia millenial cukup banyak.

"Kami pernah melakukan roadshow ini saat pertama kali Kpr BTN Gaess for Millenial diluncurkan ditahun 2018 di kota yang sama dan berhasil menarik animo yang tinggi, tahun ini kami harap juga demikian apalagi ekonomi sudah mulai pulih, dan sektor properti bangkit," kata Ajeng dalam siaran pers, Kamis (11/11).

Menurut Ajeng, fitur GPM yang disematkan dalam KPR BTN Gaess for Millenials sangat tepat dimanfaatkan oleh para milenial yang memiliki perencanaan keuangan matang karena fitur ini sesuai dengan kondisi finansial dan tidak tidak terlalu membebani kantong mereka karena pada 2 tahun pertama cicilannya ringan.

Adapun Fitur GPM yang diunggulkan antara lain suku bunga promo lebih rendah dan diperhitungkan secara berjenjang yaitu sebesar 4,75 persen selama 2 tahun pertama pinjaman, dibandingkan dengan KPR biasa yang menggunakan skema fix and cap (bunga naik 1 persen tiap tahun selama 3 tahun pertama), sehingga besar angsuran GPM lebih rendah dibanding angsuran KPR reguler pada awal masa kredit. Setelah itu, pembayaran angsuran akan meningkat secara stabil sesuai dengan asumsi kenaikan penghasilan calon debitur setiap tahunnya.

Ajeng menjelaskan keringanan cicilan yang dimaksud dengan simulasi sebagai berikut, jika milenials membeli rumah seharga Rp 500 juta dengan uang muka 5%, maka angsuran awal dengan fitur GPM, hanya perlu mencicil Rp 2,8 juta per bulan. Sementara tanpa fitur GPM cicilannya akan mencapai sekitar Rp 3,1 juta. Adapun untuk dapat mengajukan aplikasi KPR BTN Gaess for Millenials dengan fitur GPM ini, nasabah harus memenuhi sejumlah syarat, diantaranya berusia 21-35 tahun, memiliki pekerjaan dan status sebagai karyawan tetap dengan penghasilan tetap.

Dengan penambahan fitur anyar pada KPR BTN Gaess For Millenial, Ajeng berharap Bank BTN menjadi Top of Mind para millenial ketika ingin membeli rumah. Seperti yang diketahui, Bank BTN tahun ini mengejar pertumbuhan KPR Non Subsidi di atas Rp 10,3 triliun. Adapun realisasi KPR BTN Gaess For Millenial sejak tahun 2019 sampai dengan September 2021 telah mencapai Rp 15,2 triliun. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement