Rabu 13 Oct 2021 08:24 WIB

Bisnis Hotel Donald Trump Rugi Rp 992 Miliar

Kegagalan Trump untuk melepaskan banyak asetnya telah merugikannya.

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id
Donald Trump Telan Kerugian Bertubu-tubi, Bisnis Hotelnya Rugi hingga Rp992 Miliar! (Foto: REUTERS/Carlos Barria)
Donald Trump Telan Kerugian Bertubu-tubi, Bisnis Hotelnya Rugi hingga Rp992 Miliar! (Foto: REUTERS/Carlos Barria)

Demokrat House pada hari Jumat meluncurkan rinciankeuangan  baru tentang bisnis pribadi Donald Trump selama menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) di Gedung Putih. Dokumen tersebut menunjukkan, hotel milik mantan presiden itu mengalami kerugian bersih lebih dari 70 juta dolar AS (Rp 992 miliar) saat dia menjabat.

Catatan keuangan yang dirilis pada Jumat oleh Komite Pengawas DPR menunjukkan pendapatan Trump dari Trump International Hotel yang dilaporkan dalam pengungkapan keuangan publik sejak 2016 hingga 2020 berjumlah lebih dari 156 juta dolar AS (Rp 2,2 triliun).

Baca Juga: Ngeri! Donald Trump Peringatkan Ada Ancaman Nyata dari Yuan Digital China

Melansir People di Jakarta, Selasa (12/10) catatan menunjukkan, hotel yang berlokasi hanya beberapa blok dari Gedung Putih mengalami kerugian bersih lebih dari 70 juta dolar AS (Rp 992 miliar) selama pemerintahannya.

 

Catatan juga menunjukkan, hotel tersebut dipinjamkan lebih dari 27 juta dolar AS (Rp 383 miliar) dari salah satu perusahaan induk Trump antara 2017 dan 2020.

Komite mengatakan, mereka menemukan Trump juga menerima perlakuan istimewa yang tidak diungkapkan dari Deutsche Bank berkat pinjaman 170 juta dolar AS (Rp 2,4 triliun) dengan pembayaran ditangguhkan selama enam tahun.

Deutsche Bank AG dan Signature Bank, keduanya meminjamkan dana kepada Trump di masa lalu. Namun segera memutuskan hubungan dengan Trump setelah pemberontakan Capitol 6 Januari.

Keuangan Trump telah lama menjadi subyek spekulasi, mengingat dia tidak melepaskan asetnya saat menjabat. Dia juga menghindari mengungkapkan banyak detail bisnis yang dipegang erat.

Demokrat House pada hari Jumat mengutip klausul emoluments Konstitusi, melarang seorang presiden dari keuntungan pribadi dari kekuatan asing. Para penyelidik mengatakan analisis mereka menunjukkan hotel Trump telah menerima sekitar 3,7 dolar AS juta (Rp 52 miliar) pembayaran dari pemerintah asing dari 2017 hingga 2020.

Sebagaimana diketahui, Trump telah lama bersikeras mempertahankan bisnisnya saat menjabat sebagai presiden. Ia mengeklaim pada 2019 telah menelan biaya setidaknya 2 miliar dolar AS (Rp 28 triliun).

Forbes bahkan mendepak Trump dari daftar tahun 400 orang terkaya Amerika. Menurut analisis Forbes, kegagalan Trump untuk melepaskan banyak asetnya telah merugikannya.

Saat ini, Trump menghadapi tantangan hukum dan keuangan yang meningkat, termasuk penyelidikan oleh kantor Kejaksaan Distrik Manhattan dan Jaksa Agung New York mengenai apakah Trump Organization menyesatkan pemberi pinjaman dan perusahaan asuransi tentang nilai propertinya (dan apakah membayar jumlah yang sesuai dalam pajak).

Sebuah laporan sebelumnya oleh CNN menemukan bahwa properti eponim Trump di luar D.C. juga menghadapi tantangan keuangan dengan propertinya di Miami menghasilkan pendapatan 40 persen lebih sedikit pada tahun 2020 daripada pada tahun 2019.

Pendapatan di resor Skotlandia juga turun lebih dari 60 persen dari tahun ke tahun. Menurut The Guardian, lapangan golf Trump di Skotlandia telah mengalami kerugian jutaan dolar yang signifikan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement