Selasa 08 Jun 2021 10:58 WIB

Ini Progres Pembangunan Empat Smelter di 2021

Dirjen Minerba ESDM menyebut dua dari empat smelter akan selesai tahun ini

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin, menargetkan empat fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) akan selesai terbangun dan segera beroperasi pada tahun 2021, terdiri dari tiga smelter nikel dan satu smelter timah.
Foto: istimewa
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin, menargetkan empat fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) akan selesai terbangun dan segera beroperasi pada tahun 2021, terdiri dari tiga smelter nikel dan satu smelter timah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin, menargetkan empat fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) akan selesai terbangun dan segera beroperasi pada tahun 2021, terdiri dari tiga smelter nikel dan satu smelter timah.

"Pada tahun 2021 ditargetkan akan terdapat 23 smelter secara keseluruhan dengan tambahan 4 smelter baru," kata Ridwan saat RDP antara Kementerian ESDM dengan Komisi VII DPR RI pada Senin (7/6).

Dari jumlah tersebut, dua proyek telah rampung 100 persen, yakni smelter milik PT Smelter Nikel Indonesia dan smelter Nikel PT Cahaya Modern Metal Industri. PT Smelter Nikel Indonesia sendiri sudah berhasil melakukan uji coba produksi. 

Namun, kegiatan ini terhenti sementara karena menunggu tambahan dana untuk operasional. Sementara PT Cahaya Modern Metal Industri di Banten sudah mulai kegiatan produksi. "Smelter ini bahkan sudah dikunjungi Komisi VII," ujar Ridwan.

Adapun dua smelter yang masih dalam tahap pengerjaan adalah smelter Feronikel PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di Halmahera Timur, Maluku Utara dan smelter Prima Citra di Kalimantan Tengah.

Khusus smelter milik Antam, Ridwan melaporkan, progres pembangunan telah mencapai 97,7 persen. Pembangunan proyek ini terkendala pasokan listrik sehingga belum bisa beroperasi. "Saya dapat informasi terkahir dari direksi Antam, sudah dilaksanakan lelang (pengadaan listrik)," ungkapnya.

Pemerintah berharap pada bulan Juli 2021, instalasi listrik di smelter tersebut akan terselesaikan. "Dan mudah-mudahan dalam waktu dekat, Juli, akan selesai instalasi listrik di lokasi tersebut," harap Ridwan.

Sedangkan smelter Prima Citra di Kalimantan Tengah telah terbangun 99,87 persen. Tapi saat ini masih menunggu tenaga ahli dari Tiongkok. "Saat ini tunggu tenaga ahli dari Tiongkok untuk memulai proses smelter, akan datang Juni 2021 ini," lanjut Ridwan.

Sebagai informasi, dari total target 23 smelter yang akan beroperasi, di antaranya 16 smelter nikel, dua smelter tembaga, dua smelter bauksit, satu smelter besi, satu smelter mangan, dan satu smelter timbal dan seng. Sampai dengan 2024 mendatang, pemerintah menargetkan sebanyak 53 smelter beroperasi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement