Ahad 16 May 2021 03:49 WIB

Bristol Jadi Pusat Bahan Bakar Biometana Terbesar di Dunia

Penggunaan Biometana bisa mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 90 persen.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Dwi Murdaningsih
Limbah makanan. ilustrasi
Foto: Wikipedia
Limbah makanan. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, BRISTOL -- Perusahaan gas asal Inggris, CNG Fuels berencana membuka stasiun pengisian bahan bakar Avonmouth yang berasal dari Biomethana di Bristol akhir tahun ini. Hal ini sejalan dari produksi Biomethana di kawasan tersebut yang cukup signifikan.

Dilansir dari Green Energy.co CNG Fuels melihat adanya potensi konsumsi biomethana yang cukup besar. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah wilayah bagian yang memang menganjurkan truk untuk berbahan bakar ramah lingkungan.

Baca Juga

Terletak di Avonmouth, stasiun pengisian bahan bakar diarahkan untuk melayani beberapa rute kargo tersibuk di Inggris. Langkah ini adalah sebuah upaya untuk mendorong lebih banyak operator armada kendaraan barang berat (HGV) untuk beralih dari diesel bahan bakar, menurut pengembang infrastruktur biometana.

"Biometana terbarukan yang disediakan di stasiun pengisian bahan bakar akan bersumber dari 100 persen limbah makanan. Biometana terbarukan adalah alternatif ramah lingkungan yang paling hemat biaya daripada diesel untuk HGV," ujar CEO CNG Fuels, Philip Fjeld, Sabtu (15/5).

Perusahaan tersebut mengklaim project ini bahkan bisa mengurangi emisi gas rumah kaca hingga 90 peren. Penggunaan biomethana juga bisa menghemat biaya operasional kendaraan mencapai 40 persen.

Philip menjelaskan saat ini perusahaan menjalankan enam stasiun pengisian bahan bakar di seluruh Inggris, dengan rencana untuk membuka 14 stasiun lagi pada akhir tahun 2022 sebagai tanggapan atas meningkatnya permintaan. Pada tahun 2025, perusahaan tersebut mengatakan mereka mengharapkan 10 persen dari armada HGV jarak tempuh tinggi Inggris akan menggunakan bahan bakar Bio-CNG.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement