Kamis 06 May 2021 18:56 WIB

Pupuk Indonesia Catat Kinerja Positif pada Kuartal I 2021

Hingga Maret 2021, Pupuk Indonesia mencatat volume penjualan sebesar 3,3 juta ton.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Nidia Zuraya
Pupuk Indonesia Holding
Foto: facebook.com/pg/Pupuk.Indonesia
Pupuk Indonesia Holding

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang kuartal I 2021. Hingga Maret 2021, perseroan berhasil mencatat laba sebesar Rp 929 miliar atau 104 persen dari target RKAP. 

Direktur Keuangan dan Investasi Pupuk Indonesia Eko Taufik Wibowo mengatakan pencapaian laba ini antara lain didorong oleh peningkatan efisiensi beban usaha dan beban keuangan, antara lain didorong oleh efisiensi konsumsi bahan baku gas, serta meningkatnya penjualan produk non pupuk, dan produk pupuk non komersial. 

Baca Juga

Menurut Eko, penurunan beban usaha ini didorong oleh upaya-upaya efisiensi yang dilakukan perusahaan, terutama dalam hal pengelolaan piutang, penurunan beban bunga, serta efisiensi di berbagai bidang, termasuk efisiensi supply chain.

"Salah satunya melalui program reposisi gudang guna menekan biaya distribusi," ujar Eko dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (6/5).

Dari sisi penjualan, ucap Eko, hingga Maret 2021, Pupuk Indonesia mencatat volume penjualan sebesar 3,3 juta ton. Sebagaimana amanah pemerintah, Pupuk Inodonesia selalu memprioritaskan kebutuhan pupuk dalam negeri, terutama pupuk bersubsidi dimana total penyaluran hingga Maret sudah mencapai 1,93 juta ton, dan akan meningkat lagi memasuki musim tanam ini.

Selebihnya adalah penjualan untuk produk non pupuk dan produk non komersial. Sedangkan total produksi untuk semua jenis pupuk mencapai 4,93 juta ton atau 107 persen dari target RKAP. 

"Keandalan pabrik juga turut berkontribusi terhadap efisiensi karena pabrik dapat beroperasi optimal sehingga menekan rasio konsumsi bahan baku gas," ungkap Eko. 

Eko menekankan kinerja positif ini akan terus ditingkatkan, sehingga target-target dalam RKAP 2021 dapat dipenuhi. Perseroan juga secara aktif mendorong efisiensi beban usaha dan beban keuangan sehingga perusahaan dapat lebih agile dalam menghadapi kompetisi bisnis kedepannya. 

"Kinerja kuartal I ini juga menunjukkan Pupuk Indonesia tetap menunjukan daya saing yang cukup baik di tengah pandemi. Hal ini tentunya ditunjang oleh kinerja sektor pertanian yang menunjukan trend positif walaupun di masa pandemik," lanjut Eko. 

Ke depan, ungkap Eko, untuk menjaga kinerja dan meningkatkan kinerja, Pupuk Indonesia telah menerapkan sejumlah inisiatif strategis. Diantaranya adalah peningkatan digitalisasi, efisiensi produksi dan supply chain, serta sejumlah program seperti agrosolution dan juga retail management.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement