Senin 19 Apr 2021 23:29 WIB

SiCepat Ekspress Salurkan Bantuan bagi Korban Banjir NTT

Total donasi yang diberikan SiCepat Ekspres mencapai Rp 100 juta

Rep: Novita Intan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Petugas dan anjing pelacak mencari korban hilang dalam bencana tanah longsor di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (8/4/2021). Hingga hari kelima pascabencana banjir dan tanah longsor di Flores Timur, pencarian korban hilang semakin digencarkan dengan mengerahkan lebih banyak alat berat, jumlah personel tim gabungan, dan anjing pelacak.
Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ANTARA
Petugas dan anjing pelacak mencari korban hilang dalam bencana tanah longsor di Desa Nelelamadike, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (8/4/2021). Hingga hari kelima pascabencana banjir dan tanah longsor di Flores Timur, pencarian korban hilang semakin digencarkan dengan mengerahkan lebih banyak alat berat, jumlah personel tim gabungan, dan anjing pelacak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan ekspedisi, SiCepat Ekspress menyalurkan bantuan bagi masyarakat akibat banjir yang melanda di NTT. Adapun bantuan ini memiliki nilai donasi sebesar Rp 100 juta. 

“Bencana banjir yang menimpa NTT menimbulkan kesedihan mendalam bagi para korban terdampak. Semoga bantuan yang kami berikan ini dapat meringankan beban para korban pasca-bencana dan kami harap NTT dapat segera kembali pulih,” ujar Chief Executive Officer SiCepat Ekspres  The Kim Hai dalam keterangan resmi, Senin (19/4).

Sementara Ketua Panitia Posko Satu Hati Untuk NTT Aldo Pareres menambahkan bantuan ini akan disalurkan ke para korban bencana melalui jalur darat, laut, dan juga udara melalui kerja sama dengan banyak pihak. 

“Setelah sampai di sana, bantuan ini akan langsung didistribusikan ke wilayah-wilayah terdampak dengan bantuan tim relawan kami,”jelas Aldo. 

Posko Satu Hati Untuk NTT merupakan posko kolaborasi antara Pemprov NTT bersama dengan beberapa Ikatan Keluarga Besar NTT yang ada di Jakarta untuk memfasilitasi para donatur yang hendak menyalurkan bantuan kepada para korban bencana di NTT. 

Sekretaris Panitia Posko Fridrik Makanlehi menyebutkan kondisi terkini di wilayah terdampak bencana cukup parah disebabkan oleh beberapa akses jalanan yang putus, jembatan penghubung roboh, serta komunikasi yang terganggu. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement