Rabu 31 Mar 2021 15:59 WIB

Digitalisasi Perbankan Syariah Terus Didorong

Bank syariah disarankan bekerja sama dengan kampus membuat studi tipologi masyarakat.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolandha
Aktivitas bank syariah. Digitalisasi perbankan syariah perlu terus diperbarui agar tidak tertinggal.
Foto: BSI
Aktivitas bank syariah. Digitalisasi perbankan syariah perlu terus diperbarui agar tidak tertinggal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Digitalisasi perbankan syariah perlu terus diperbarui agar tidak tertinggal. Pengamat Ekonomi Syariah IPB University, Irfan Syauqi Beik mengatakan digitalisasi perbankan syariah saat ini sudah cukup berkembang dan sangat perlu penetrasi pasar lebih dalam.

"Bank syariah jangan merasa puas dengan pencapaian teknologi saat ini, karena teknologi akan terus berkembang dan mudah sekali untuk out of date," katanya pada Republika.co.id, Rabu (31/3).

Ia menyarankan agar bank syariah bekerja sama dengan kampus untuk membuat studi profiling tipologi masyarakat yang ada saat ini. Dengan hasil studi tersebut bisa dilakukan pemetaan masyarakat serta kebutuhan transaksinya.

Ini bisa jadi dasar pengembangan digital banking yang dilakukan. Juga, secara berkala perlu dilakukan survei kepuasan penggunaan existing digital banking sebagai masukan bagi proses peningkatan yang berkelanjutan.

Selagi melakukan riset lebih dalam terkait kebutuhan masyarakat, bank syariah juga bisa paralel melakukan analisis pada data nasabah yang sudah ada. Dari pengguna yang sudah ada bisa dianalisis bagaimana prototipe nasabah, dan disitu bisa dilihat juga tingkat pendapatannya.

"Nasabah menggunakan aplikasi digital banking itu untuk apa saja, pola ini perlu dipelajari dengan baik, inilah esensi big data," katanya.

Dari data existing bisa diketahui kelompok masyarakat mana yang paling sering menggunakan aplikasi yang dimiliki bank syariah dan untuk keperluan apa saja. Kalau ternyata yang dominan kelompok menengah ke atas, maka diperlukan strategi khusus untuk menyasar kelompok menengah ke bawah.

Pengembangan digital bank syariah dinilai harus menyasar semua segmen, tidak hanya untuk kalangan tertentu. Pengamat Ekonomi Syariah SEBI, Azis Setiawan mengatakan para pelaku industri perbankan syariah sudah cukup lengkap melayani segala segmen masyarakat.

"Masing-masing bank syariah memiliki keunikan, ada yang kuat di segmen kelas menengah dan ada yang kokoh di segmen bawah, dan mereka berusaha melakukan digitalisasi layanan," katanya.

Setiap bank syariah punya target layanan digital banking dan segmennya tentu tergantung dari strategi, model bisnis, dan segmen yang dituju dari masing-masing bank syariah. Bagi bank syariah tertentu ada yang memfokuskan layanan untuk memenuhi segmen yang paling dianggap dekat dan melek dengan teknologi, misalnya kelas menengah dan milenial.

Tetapi ada juga bank syariah yang model bisnisnya fokus pada segmen ultra mikro pada segmen bawah dan rural. Mereka juga melakukan digitalisasi layanannya dan secara umum juga sangat baik.

"Dan ini harusnya terus dikembangkan sehingga layanan digital bank syariah juga bisa dinikmati oleh kelompok bawah dan rural," katanya.

Sehingga jangkauan dan penetrasi bank syariah bisa lebih luas ke pelosok-pelosok. Digitalisasi ini harus terus didorong lebih kuat lagi sehingga bisa kompetitif berhadapan dengan konvensional.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement