Selasa 12 May 2026 08:00 WIB
QRIS Antarnegara

Menjajal QRIS di Thailand, dari PKL hingga Restoran

Tidak ada biaya tambahan yang dikenakan dari transaksi QRIS antar negara.

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Lida Puspaningtyas
Transaksi menggunakan QRIS antarnegara berhasil di restoran Bangkok, Thailand.
Foto: Dok. Republika
Transaksi menggunakan QRIS antarnegara berhasil di restoran Bangkok, Thailand.

REPUBLIKA.CO.ID, BANGKOK -- Perdebatan soal penyebutan Quick Response Code Indonesian Standard alias QRIS sebagai "kris", "kyuris", "kiris" sepertinya akan mulai ketinggalan zaman. Sebab, perkembangan QRIS sudah lebih jauh dari persoalan itu.

Bukan hanya di dalam negeri, QRIS sudah benar-benar bisa digunakan di negara lain. Salah satunya di Thailand sejak Agustus 2022. Republika berkesempatan mencoba langsung menggunakan QRIS di Bangkok.

Baca Juga

Tanpa membawa sepeser pun lembaran uang Baht, Republika berangkat ke kota dengan nama resmi Krung Thep Maha Nakhon itu. Tujuannya, untuk mencoba kepraktisan QRIS di sana, mulai dari jajan di pinggir jalan (PKL) hingga makan di restoran.

Pada Kamis (7/5/2026) malam, Republika tengah berjalan di sisi jalan di Phra Nakhon. Tak jauh dari Wat Pho dan kira-kira 5 menit perjalanan menggunakan kapal untuk menuju ke Wat Arun.

Di sana, ada seorang ibu paruh baya yang menjual berbagai tusuk sate. Bersama rekan yang memang sudah lama tinggal di Thailand, Republika mencoba membeli satu tusuk sate kulit ayam.

Tanpa membawa uang cash, jajanan bisa kami bawa pulang karena di atas meja dagangnya terdapat QR PromptPay. QR tersebut dapat dipindai menggunakan QRIS yang ada di aplikasi bank dari Indonesia.

Selain di gerobak penjual pinggir jalan, Republika juga berkesempatan mencoba membayar menggunakan QRIS di salah satu restoran halal di sekitar Siam Square, Pathum Wan, Bangkok.

Republika menyantap sejumlah menu di sana, di antaranya ayam goreng krispi khas Thailand bernama Gai Tod Hatyai dan mango sticky rice yang manis dengan nama menu Kao-Niao Ma-Muang.

Di sana, Republika bersama rombongan membayar makanan yang kami makan menggunakan QR dari PromptPay dan berhasil. Supervisor Restoran Phrigkiao Amanee Salaeh bilang, 10-15 persen orang Indonesia yang makan di tempatnya sudah menggunakan QRIS sebagai alat pembayaran.

"Banyak orang Indonesia yang makan di sini. Sekitar 10-15 persen pakai QRIS. Sisanya pakai cash atau kartu," ucap Amanee saat berbincang menggunakan setengah bahasa Melayu dan setengah lagi bahasa Inggris.

 
photo
Pembayaran menggunakan QRIS sudah bisa dilakukan di Thailand. - (Republika/Ronggo Astungkoro)

Republika juga mencoba menggunakan QRIS di hari terakhir untuk membeli kopi di kedai kopi "Factory", salah satu yang paling ramai di Bangkok. Cabangnya ada tak jauh dari hotel, hanya sekitar 3 km.

Menggunakan Grab motor, biaya perjalanan yang harus dibayar sebesar 26 Baht. Republika memilih metode pembayaran di Grab dengan menggunakan QR yang ditunjukkan setelah perjalanan selesai.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement