Rabu 17 Feb 2021 06:29 WIB

Terminal 1B Soekarno-Hatta Sediakan Layanan First Class

Layanan first class ini diberikan kepada CIP untuk keberangkatan private lane.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya
Calon penumpang berjalan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Bandara Soekarno-Hatta memperluas layanan bagi traveler dengan menghadirkan layanan first class di Terminal 1 B.
Foto: Antara/Fauzan
Calon penumpang berjalan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Bandara Soekarno-Hatta memperluas layanan bagi traveler dengan menghadirkan layanan first class di Terminal 1 B.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bandara Soekarno-Hatta memperluas layanan bagi traveler dengan menghadirkan Saphire Precious mulai hari ini (Rabu, 17/2).Saphire Precious merupakan layanan first class di Terminal 1 B Bandara Soekarno-Hatta dengan berbagai fasilitas bagi penumpang pesawat. 

“Latar belakang adanya layanan ini adalah sebagai upaya AP II dalam melakukan optimalisasi aset," kata Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin, Selasa (16/2). 

Baca Juga

Saphire Precious memiliki lounge yang berada di ex-VIP Lounge Terminal 1B yang sudah tidak digunakan lagi untuk tamu-tamu kenegaraan dan presiden negara-negara sahabat. Dia menuturkan, penumpang pesawat yang memilih layanan terssbut dikenal sebagai commmercial important person (CIP). 

"Saphire Precious semakin melengkapi layanan di Bandara Soekarno-Hatta bagi seluruh traveler, menjadikan bandara ini dapat mengakomodir berbagai kebutuhan traveler," jelas Awaluddin.

Awaluddin menjelaskan, layanan di Saphire Precious diberikan kepada CIP untuk keberangkatan private lane. Dia mengatakan,setelah melakukan pendaftaran melalui saphireprecious.co.id, CIP akan mendapat barcode sebagai akses untuk mobil pengantar agar dapat masuk ke Gedung Saphire Precious.

Dia memastikan, personel akan melakukan pemeriksaan keamanan pengecekan bagasi termasuk dengan x-ray, serta melakukan validasi tiket, KTP, barcode e-HAC dan surat keterangan bebas Covid-19. "Ini berkoordinasi dengan personel maskapai dan KKP Kemenkes," tutur Awaluddin. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement