Selasa 02 Jun 2026 15:10 WIB

Pasca Lebaran, Moda Transportasi Udara Alami Penurunan Penumpang, Kereta Api Justru Meningkat

Penurunan jumlah penumpang terjadi di seluruh bandara utama yang diamati.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Friska Yolandha
Sejumlah penumpang pesawat melewati pemeriksaan kamera termal (thermal scanner) setibanya dari luar negeri di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Selasa (19/05/2026). PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Soekarno Hatta bersama Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Soekarno Hatta memasang kamera termal untuk memantau suhu tubuh penumpang saat tiba di bandara sebagai langkah antisipasi dan monitoring penyebaran dan penularan virus Hanta terutama penumpang dari Amerika Serikat, Argentina, Uruguay, dan Panama.
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Sejumlah penumpang pesawat melewati pemeriksaan kamera termal (thermal scanner) setibanya dari luar negeri di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Kota Tangerang, Selasa (19/05/2026). PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Soekarno Hatta bersama Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Soekarno Hatta memasang kamera termal untuk memantau suhu tubuh penumpang saat tiba di bandara sebagai langkah antisipasi dan monitoring penyebaran dan penularan virus Hanta terutama penumpang dari Amerika Serikat, Argentina, Uruguay, dan Panama.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penurunan penumpang mayoritas moda transportasi pasca periode Ramadhan dan Idul Fitri. Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS Pudji Ismartini mengatakan jumlah penumpang angkutan udara domestik pada April 2026 sebanyak 4,6 juta orang atau turun 18,72 persen dibandingkan dengan Maret 2026.

"Penurunan jumlah penumpang terjadi di seluruh bandara utama yang diamati, yaitu Bandara Soekarno Hatta-Tangerang sebesar 20,29 persen, Hasanuddin-Makassar sebesar 11,60 persen, Ngurah Rai-Denpasar sebesar 10,80 persen, Kualanamu-Medan sebesar 6,98 persen, dan Juanda-Surabaya sebesar 0,88 persen," ujar Pudji saat konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Baca Juga

Pudji menyampaikan jumlah penumpang domestik terbesar terdapat pada Bandara Soekarno Hatta-Tangerang, yaitu mencapai 1,3 juta orang atau sebesar 27,79 persen dari total penumpang domestik. Kemudian, Juanda-Surabaya sebanyak 448,0 ribu orang atau sebesar 9,81 persen dari total penumpang domestik.

Sementara itu, lanjut Pudji, jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri (internasional) pada April 2026 justru mengalami kenaikan yakni sebanyak 1,6 juta orang atau naik 0,93 persen dibandingkan dengan Maret 2026. Pudji menyampaikan peningkatan jumlah penumpang terjadi di Bandara Juanda-Surabaya sebesar 13,42 persen dan Ngurah Rai Denpasar sebesar 10,95 persen. 

"Sebaliknya, penurunan terjadi di Bandara Hasanuddin Makassar sebesar 13,24 persen, Soekarno Hatta Tangerang sebesar 8,66 persen, dan Kualanamu-Medan sebesar 6,36 persen," ucap Pudji. 

Dia mengatakan jumlah penumpang internasional terbesar terdapat pada Bandara Soekarno Hatta-Tangerang, yaitu mencapai 632,1 ribu orang atau 40,54 persen dari total penumpang ke luar negeri. Lalu, Bandara Ngurah Rai Denpasar sebanyak 585,6 ribu orang atau sebesar 37,56 persen dari total penumpang ke luar negeri.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement