Senin 08 Feb 2021 08:49 WIB

Kementerian BUMN Luncurkan Program Aksi Donor Plasma

Dari 1,1 juta kasus, 900 ribu orang terkonfirmasi sembuh termasuk karyawan BUMN.

Rep: M Nursyamsi/ Red: Friska Yolandha
Menteri BUMN Erick Thohir memimpin peluncuran program Plasma BUMN untuk Indonesia di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta Pusat, Senin (8/2).
Foto: Tangkapan Layar
Menteri BUMN Erick Thohir memimpin peluncuran program Plasma BUMN untuk Indonesia di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta Pusat, Senin (8/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri BUMN Erick Thohir memimpin peluncuran program Plasma BUMN untuk Indonesia di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta Pusat, Senin (8/2). Launching program ini turut dihadiri Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga dan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla. 

Program ini digelar secara serentak paling tidak di lima belas provinsi seluruh Indonesia serta disaksikan secara daring di 34 provinsi Indonesia. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan Plasma BUMN untuk Indonesia yang diinisiasi Kementerian BUMN ini bekerja sama dengan PMI dan dilaksanakan Satgas BUMN yang ada di semua provinsi di Indonesia. 

Baca Juga

Plasma BUMN untuk Indonesia merupakan wujud dukungan Kementerian BUMN untuk program Gerakan Nasional Donor Plasma Konvalesen yang dicetuskan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin. "Transfusi plasma konvalesen merupakan salah satu terapi tambahan untuk mengobati pasien Covid-19 sebagai upaya meningkatkan angka kesembuhan dan menekan angka kematian," ujar Erick.

Erick mengatakan sampai Kamis (4/2), terdapat 175 ribu kasus aktif Covid-19 di Indonesia. Angka kesembuhan kasus dapat ditingkatkan salah satunya dengan donor plasma konvalesen dari para penyintas Covid-19. Angka ini secara konsisten juga terus menunjukan tren peningkatan kasus yang mengkhawatirkan.

"Hal ini kemudian menjadi salah satu landasan dasar ide Plasma BUMN untuk Indonesia, untuk berkontribusi bersama menyembuhkan Indonesia," lanjut Erick. 

photo
Proses donor darah konvalesen dari penyintas Covid-19. - (Wihdan Hidayat / Republika)

Erick mengatakan program ini merupakan konsistensi dari Kementerian BUMN dan perusahaan BUMN dalam melawan Covid-19. Dengan potensi dan sumber daya BUMN sangat besar serta tersebar merata di seluruh provinsi di Indonesia, BUMN harus menjadi garda terdepan dalam tiap kesempatan. Oleh karena itu, Kementerian BUMN bersama PMI meluncurkan program tersebut untuk mendorong karyawan dan keluarga BUMN yang sudah pernah terinfeksi Covid-19 untuk menyelamatkan pasien Covid-19.

"Saya berharap nantinya semua yang sudah terinfeksi dan sesuai dengan persyaratan tentunya, mau mendonorkan plasmanya untuk sesama. Kami dari BUMN akan selalu siap membantu dengan semua sumber daya yang kami miliki," ucap Erick.

Staff Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga yang juga inisiator program Plasma BUMN Untuk Indonesia mengatakan, program ini tidak hanya berjalan pada hari ini saja, melainkan akan tetap berlangsung dan difasilitasi oleh Satuan Tugas (Satgas) BUMN dengan bekerja sama dengan PMI dan Rumah Sakit di setiap provinsi. Dari 1,1 juta kasus sejak awal pandemi, sekitar 900 ribu terkonfirmasi sembuh, termasuk karyawan dan keluarga BUMN di dalamnya.

"Para penyintas ini menjadi potensi pendonor yang tentunya dapat kita gerakkan agar turut menyukseskan program donor plasma dan membantu menyelamatkan nyawa para pasien. Kementerian BUMN siap menjadi pelopor donor plasma nasional untuk mendukung program Indonesia Sehat bersama Menteri BUMN," ucap Arya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement