Rabu 09 Dec 2020 11:35 WIB

JK Singgung Perusahaan Rokok RI Jadi Daftar Terkaya

Di AS, daftar perusahaan terkaya didominasi perusahaan teknologi dan infromasi.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Nidia Zuraya
Jusuf Kalla
Foto: Republika/ Wihdan
Jusuf Kalla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan situasi pandemi menjadi momentum dalam mengubah struktur ekonomi Indonesia. JK menyebut struktur ekonomi orang atau perusahaan terkaya di Indonesia sangat jauh berbeda dibandingkan negara-negara lain di dunia. 

JK mencontohkan daftar teratas orang atau perusahaan terkaya di Amerika Serikat (AS) kini didominasi perusahaan teknologi dan informasi. Padahal, kata JK, pada 60-an sampai 70-an, perushaan terkaya di AS ditempati industri energi serta minyak dan gas seperti Exxon hingga Chevron. 

Baca Juga

JK juga menyebut daftar perusahaan terkaya di Jepang yang ditempati Softbank, Korea Selatan dengan sejumlah perusahaan teknologi dan informasi seperti Samsung, pun dengan India dengan perusahaan energi. 

"Indonesia yang paling beda dengan negara-negara lain di dunia, mungkin tidak ada (yang sama dengan Indonesia), orang terkaya satu, dua, tiga, itu pengusaha rokok," ujar JK dalam webinar yang diselenggarakan Indef pada Rabu (9/12).

 

JK berkelakar masyarakat Indonesia sangat berani meskipun adanya ancaman kanker hingga kematian yang tercantum pada setiap bungkus rokok. Kondisi ini yang membuat perusahaan rokok begitu berjaya di Indonesia. 

"Ini kesempatan kita mengubah struktur ekonomi kita. Saya ikut bersalah waktu jadi wapres, walau saya dalam dua kali kabinet mengusahakan agar rokok dikurangi ternyata tidak terlalu berhasil karena terlalu banyak pendukungnya, termasuk dalam pemerintahan," ucap JK.

JK menyebut dampak negatif apabila daftar teratas perusahaan terkaya ditempati perusahaan rokok. JK menilai hal tersebut tidak akan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Oleh karenanya, JK mendorong adanya inovasi dalam mengubah struktur ekonomi tersebut. 

Menurut JK, ekonomi Indonesia harus bersandar pada pemanfaatan sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Namun, JK ingin pemanfaatan SDA yang harus mampu meningkatkan nilai tambah dan tidak hanya sekadar ekspor ore semata. 

"Peningkatan keberlanjutan ekonomi intinya bagaimana ekonomi kita maju dan berkembang terus menerus, maka kita harus kapitalisasi kekayaan alam menjadi suatu kemajuan dengan inovasi yang baik," kata JK. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement