Selasa 03 Nov 2020 07:26 WIB

Pemerintah Dukung PLN Terbitkan Green Financing

PLN terus menunjukkan keseriusan menyediakan energi ramah lingkungan.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolandha
Sebagai bukti dukungan atas upaya pemerintah atas peningkatan penggunaan energi yang ramah lingkungan dan mengurangi emisi karbon, PT PLN (Persero) melakukan transformasi dengan mewujudkan pembiayaan berbasis energi bersih (green financing) melalui penerbitan dokumen 'Pernyataan Kehendak PLN atas Kerangka Kerja Pembiayaan Berkelanjutan'.
Foto: PLN
Sebagai bukti dukungan atas upaya pemerintah atas peningkatan penggunaan energi yang ramah lingkungan dan mengurangi emisi karbon, PT PLN (Persero) melakukan transformasi dengan mewujudkan pembiayaan berbasis energi bersih (green financing) melalui penerbitan dokumen 'Pernyataan Kehendak PLN atas Kerangka Kerja Pembiayaan Berkelanjutan'.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagai bukti dukungan atas upaya pemerintah atas peningkatan penggunaan energi yang ramah lingkungan dan mengurangi emisi karbon, PT PLN (Persero) melakukan transformasi dengan mewujudkan pembiayaan berbasis energi bersih (green financing) melalui penerbitan dokumen 'Pernyataan Kehendak PLN atas Kerangka Kerja Pembiayaan Berkelanjutan'. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menyatakan, green finincing merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam mentransformasi sistem keuangan sesuai perkembangan zaman.

"Ini bukti bahwa perusahaan sektor energi mampu beradaptasi dengan tantangan global dalam menciptakan energi bersih," jelas Agung di Jakarta, Senin (2/11).

Lebih lanjut, Agung mengharapkan PLN bisa mengoptimalkan peluang terutama dari sektor perbankan global yang sudah banyak membuka kesempatan dalam pembiayaan Energi Baru Terbarukan. "Saat ini sektor perbankan cukup gencar mendanai proyek-proyek EBT. PLN harus bisa menangkap peluang ini," jelasnya.

Penerbitan dokumen Penyataan Kehendak oleh PLN sendiri mendapat dukungan langsung dari Asian Development Bank. PLN pun tengan menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung PLN menjadi perusahaan listrik 'Green dan Sustain' di Indonesia.

"Meskipun jalan ini menantang, kami siap untuk transformasi. Kami menantikan tantangan ini dan kami siap untuk memberikan pasokan listrik yang berkualitas tinggi dan berkelanjutan kepada masyarakat Indonesia," ucap Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini melalui rilis resminya.

Lahirnya Dokumen Penyataan Kehendak ini, sambung Zulkifli, merupakan komitmen publik pertama PLN untuk sustainable financing dan diharapkan akan memperkuat program yang sedang berlangsung. Hal ini termasuk untuk meningkatkan kapasitas dan proses bisnis di internal perusahaan guna memenuhi persyaratan internasional terkait lingkungan dan perlinfungan sosial, yang selanjutnya akan berdampak baik bagi perusahaan secara jangka panjang.

Direktur Jenderal ADB untuk Asia Tenggara, Ramesh Subramaniam menjelaskan pihaknya mengaku senang bisa terlibat dalam pembiyaan tersebut sebagai langkah penting di tengah komitmen dan upaya PLN untuk menyediakan energi yang bersih dan berkelanjutan.

"Kami menantikan kolaborasi berkelanjutan dalam menghadirkan infrastruktur kelistrikan berkualitas tinggi dan berkelanjutan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia," ucap Ramesh.

Sebagai informasi, PLN terus menunjukkan keseriusannya dalam menyediakan energi listrik berbasis ramah lingkungan. Pada 2019, terdapat tambahan 463 megawatt (MW) pembangkit terbarukan, 60 persen lebih besar dari target yang ditetapkan.

PLN juga telah memasang lebih dari 160 PLTS Komunal kepada masyarakat di NTT dan Papua untuk memasok listrik di daerah terpencil. Program yang mendukung kelistrikan daerah terpencil, terluar dan tertinggal (3T) juga terus dilakukan, termasuk Program Listrik Desa (Lisa) untuk elektrifikasi pedesaan, dan penyediaan sambungan listrik gratis ke lebih dari 48.000 rumah tangga.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement