Jumat 02 Oct 2020 09:40 WIB

IHSG Berpotensi Lanjutkan Penguatan Hari Ini

Penguatan IHSG didorong oleh data inflasi yang dirilis kemarin.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya
Refleksi layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ilustrasi).
Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Refleksi layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona negatif pada perdagangan pagi ini, Jumat (2/10). Indeks saham dibuka melemah sebesar 0,30 persen atau turun 14 poin ke level 4.955,13.

Meski cenderung lesu di awal perdagangan, pasar saham diperkirakan berpotensi menguat pada hari ini. Kepala riset Samuel Sekuritas, Suria Dharma, mengatakan penguatan didorong oleh data inflasi yang dirilis kemarin.

Baca Juga

"Data inflasi Indonesia yang dirilis kemarin menambah optimisme pasar terhadap pertumbuhan aktivitas ekonomi domestik di tengah PSBB Fase-II yang sedang dijalankan oleh DKI Jakarta," kata Suria, Jumat (2/10).

Suria melihat, saham-saham blue chip turut mendorong penguatan IHSG kemarin. Ia memperkirakan penguatan IHSG masih akan berlanjut hingga hari ini ditopang pergerakan saham domestik serta ekspektasi perbaikan di kuartal keempat tahun ini.

Pasar juga masih memperhatikan perkembangan kasus Covid-19 di dalam negeri. Kasus baru Covid-19 pada Kamis kemarin diumumkan turun menjadi 4.174 kasus dibandingkan jumlah kasus pada Rabu yang sebanyak 4.284. Namun, tingkat kesembuhan lebih rendah yaitu 4.540 dibandingkan Rabu 4.510.

Dari pasar global, bursa saham AS ditutup menguat pada perdagangan semalam. DJIA naik 0,13 persen, S&P500 naik 0,53 persen dan Nasdaq menguat 1,42 persen. Menurut Suria, bursa menguat merespons rencana paket stimulus pandemi yang dikeluarkan DPR AS sebesar 2,2 triliun dolar AS.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement