Selasa 25 Aug 2020 06:09 WIB

Genjot Pembiayaan Rumah, BTN Syariah-BPKH Siap Kolaborasi

Kerja sama bertujuan untuk mencari dana jangka panjang dalam pembiayaan perumahan.

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Friska Yolandha
Deretan rumah bersubsidi di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (13/7). Unit Usaha Syariah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN Syariah) siap berkolaborasi dan bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk menggenjot pembiayaan rumah baik subsidi maupun nonsubsidi.
Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Deretan rumah bersubsidi di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (13/7). Unit Usaha Syariah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN Syariah) siap berkolaborasi dan bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk menggenjot pembiayaan rumah baik subsidi maupun nonsubsidi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Unit Usaha Syariah PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN Syariah) siap berkolaborasi dan bekerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk menggenjot pembiayaan rumah baik subsidi maupun nonsubsidi. Kerja sama ini bertujuan untuk mencari dana jangka panjang yang diperlukan dalam pembiayaan perumahan.

"Dengan berkolaborasi bersama BPKH bisa menekan missmatch yang selama ini terjadi dalam membiayai perumahan," ujar Direktur BTN Andi Nirwoto di Jakarta, Senin (24/8).

Baca Juga

Andi menjelaskan, potensi BPKH dengan dana kelolaan yang cukup besar bisa dimanfaatkan perseroan dengan menawarkan skema bagi hasil investasi yang menjanjikan. Apalagi investasi di sektor properti sangat aman. 

Andi mengatakan BTN bisa mencarikan skema yang sesuai dengan kebutuhan investasi BPKH baik untuk pembiayaan rumah subsidi maupun nonsubsidi. Menurutnya, kerja sama dengan institusi dalam pembiayaan perumahan bisa menekan cost of fund

 

Untuk itu selain meningkatkan dana murah, kerja sama institusi seperti dengan SMF, BPKH dan yang terbaru dengan Bank Syariah Mandiri akan terus diperluas. Jadi, kerja samanya dalam satu proyek mereka bisa ambil 50 persen atau mau ambil semuanya pun bisa.

Sementara itu, hingga semester I 2020, UUS BTN masih mencatatkan kinerja positif kendati di tengah pandemi. Untuk penyaluran pembiayaan misalnya, BTN Syariah mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,54 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp 23,03 triliun per Juli 2020. 

Pembiayaan Pemilikan Rumah di segmen nonsubsidi masih menjadi penopang terbesar pertumbuhan yakni sebesar 12,46 persen (yoy) menjadi Rp 8,1 triliun pada Juli 2020. UUS BTN mengambil segmen di bawah Rp 500 juta yang relatif lebih aman dan lancar padahal di situasi pandemi.

Segmen KPR Subsidi juga masih menunjukan pertumbuhan positif di level 7,3 persen (yoy) menjadi Rp 12,32 triliun per Juli 2020. Andi menerangkan potensi KPR Subsidi masih besar hingga akhir tahun nanti karena permintaan KPR Subsidi di BTN Syariah telah melebihi kuota yang diberikan. 

"Kami juga sedang memoles infrastruktur IT hingga mempercepat business process sehingga dapat terus memberikan pelayanan terbaik dan memenuhi permintaan dari nasabah kami," jelas Andi. 

Adapun, dengan kenaikan positif pada pembiayaan tersebut, aset BTN Syariah pun mencatatkan pertumbuhan sebesar 10,23 persen (yoy) per Juli 2020. Data keuangan BTN Syariah merekam aset naik dari Rp 29,24 triliun pada Juli 2019 menjadi Rp 32,23 triliun di bulan yang sama tahun ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement