Senin 20 Jul 2020 09:23 WIB

IHSG Dibuka Menguat di Awal Pekan

Pergerakan saham pekan ini masih akan dipengaruhi peningkatan kasus Covid-19.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan awal pekan ini, Senin (20/7). Indeks saham menguat 0,22 persen dan membawanya naik  11,02 poin ke posisi 5.090,60. Akhir pekan lalu, IHSG ditutup melemah di posisi 5.079,58.
Foto: Republika/Prayogi
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan awal pekan ini, Senin (20/7). Indeks saham menguat 0,22 persen dan membawanya naik 11,02 poin ke posisi 5.090,60. Akhir pekan lalu, IHSG ditutup melemah di posisi 5.079,58.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada perdagangan awal pekan ini, Senin (20/7). Indeks saham menguat 0,22 persen dan membawanya naik  11,02 poin ke posisi 5.090,60. Akhir pekan lalu, IHSG ditutup melemah di posisi 5.079,58.

Direktur Anugerah Mega Investama, Hans Kwee mengatakan pergerakan saham pada pekan ini akan dipengaruhi oleh peningkatan kasus infeksi Covid-19 di berbagai negara. Hal tersebut berdampak pada peningkatan potensi semi lockdown serta penundaan pembukaan ekonomi.

Baca Juga

Menurut Hans, pasar hingga saat ini masih menanti penemuan vaksin Covid-19. "Perkembangan vaksin Covid-19 selalu jadi perhatian pelaku pasar, tetapi kami perkirakan paling cepat akhir tahun ini vaksin baru ditemukan," kata Hans.

Hans menambahkan, pembahasan stimulus baru di Amerika Serikat (AS) juga akan menjadi perhatian pelaku pasar. Hal tersebut menyusul berakhirnya beberapa stimulus fiskal AS di akhir Juli ini.

 

Di sisi lain, data ekonomi AS yang variatif pekan lalu akan menjadi perhatian pelaku pasar. Diperkirakan data ekonomi cenderung tidak terlalu baik menyusul peningkatan infeksi covid 19.

Sementara pada pekan ini pelaku pasar menanti data laporan keuangan kuartal III. Data ini merupakan pembuktian apakah perusahaan berbasis teknologi mampu menunjukan kinerja yang baik.

Hubungan dagang antara AS dan China masih menjadi perhatian pelaku pasar. Hans mengatakan, peningkatan ketegangan kedua negara akan menjadi sentimen negatif bagi pasar keuangan.

Hans melihat, data ekonomi China yang menunjukkan perbaikan data PDB dan ekspor impor mulai meningkatkan kepercayaan diri pelaku pasar. Hal ini memberikan indikasi bahwa ekonomi China mulai pulih setelah lockdown ketat akibat pandemi Covid-19.

Hans memperkirakan pekan ini IHSG berpeluang konsolidasi melemah. "IHSG akan diperdagangkan dengan support di level 5.069 sampai 4.985 dan resistance di level 5.116 sampai 5.139," tutup Hans.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement