Rabu 15 Jul 2020 08:28 WIB

Garuda Targetkan Wisman Eropa Bisa Terbang ke Bali

Garuda berkoordinasi dengan Kemenparekraf untuk tarik wisatwan dengan spending besar

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
Wisatawan mengunjungi kawasan Pantai Kuta, Badung, Bali, Kamis (9/7/2020). Pengelola Pantai Kuta mulai membuka kembali kawasan yang merupakan salah satu destinasi pariwisata utama di Pulau Dewata tersebut setelah sebelumnya sempat ditutup selama lebih dari tiga bulan sebagai upaya pencegahan penyebaran pandemi COVID-19.
Foto: ANTARA/FIKRI YUSUF
Wisatawan mengunjungi kawasan Pantai Kuta, Badung, Bali, Kamis (9/7/2020). Pengelola Pantai Kuta mulai membuka kembali kawasan yang merupakan salah satu destinasi pariwisata utama di Pulau Dewata tersebut setelah sebelumnya sempat ditutup selama lebih dari tiga bulan sebagai upaya pencegahan penyebaran pandemi COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Maskapai Garuda Indonesia menargetkan wisatawan mancanegara Eropa hingga Amerika Serikat bisa terbang langsung ke Denpasar Bali. Hal terebut untuk memulihkan kembali sektor pariwisata yang sudah lama terdampak pandemi Covid-19.

“Kenapa kita mau buka dari Bali ke tempat lain, Garuda Indonesia sangat jago bawa orang Indonesia ke luar tapi kurang jago bawa orang luar ke Indonesia,” kata Irfan dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, Selasa (14/7).

Baca Juga

Untuk itu, jika nantinya penerbangan internasional reguler di Bali sudah dibuka kembali, Irfan mengatakan Garuda Indonesia akan memfokuskan penerbangan langsung tersebut. Dia menegaskan sudah berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraft) untuk menarik wisatwan yang memiliki kapasitas spending yang besar di Indonesia.

“Jadi bukan jumlah wisatawan yang masuk tapi jumlah uang yang dihabiskan selama di Indonesia. Harus diakui ketika ngomong Indonesia kita ngomong Bali,” ungkap Irfan.

Irfan mengatakan Kemenparekraf memiliki hasil riset wisatwan Eropa dan Amerika Serikat memiliki spending yang besar. Untuk itu, Irfan menegaskan, Garuda Indonesia berencana membuka penerbangan langsung dari dan ke Denpasar tidak melalui Jakarta.

“Kerja sama kita dengan Kemenparekraf dan Departemen Luar Negeri yang akan kita gerakan, kami saudah komunikasi,” tutur Irfan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement