Senin 13 Jul 2020 11:41 WIB

Mentan Dorong Usaha Flora Buka Akses Pasar Secara Luas

Mentan meminta Eka Karya Flora buka ekspor luas ke Eropa dan Timur Tengah

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengunjungi Kebun Anggrek milik PT. Eka Karya Graha Flora di wilayah Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Ahad (12/7). Di sana, Mentan memantau sistem budidaya anggrek, sekaligus mendorong perusahaan tersebut agar memperluas akses pasar ekspor ke negara di seluruh dunia.
Foto: Kementan
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengunjungi Kebun Anggrek milik PT. Eka Karya Graha Flora di wilayah Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Ahad (12/7). Di sana, Mentan memantau sistem budidaya anggrek, sekaligus mendorong perusahaan tersebut agar memperluas akses pasar ekspor ke negara di seluruh dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, KARAWANG - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengunjungi Kebun Anggrek milik PT. Eka Karya Graha Flora di wilayah Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Ahad (12/7). Di sana, Mentan memantau sistem budidaya anggrek, sekaligus mendorong perusahaan tersebut agar memperluas akses pasar ekspor ke negara di seluruh dunia.

Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Liferdi Lukman, menjelaskan bahwa perkembangan anggrek yang dikelola Perusahaan Eka Karya merupakan tanaman berkualitas siap ekspor yang sudah memiliki pasar tetap seperti Jepang, China bahkan Amerika.

"Pak Menteri tadi menyampaikan agar perusahaan ini membuka kemungkinan export ke negara lain dengan menggunakan media. Kemudian beliau mengingatkan atase pertanian di negara eropa, US, timur tengah, singapore dan malaysia untuk membuka market secara luas," katanya.

Menurut Liferdi, dalam kesempatan ini Mentan memberi perhatian khusus pada tanaman anggrek hitam asal Papua. Menurut Mentan, kata Liferdi, anggrek Papua merupakan anggrek unggul yang memiliki kualitas bagus dan banyak disukai negara-negara di dunia.

 

"Salah satu konsentrasi Pak Menteri di perusahaan ini adalah spesies anggrek hitam asal papua. Beliau (Mentan) minta agar semua anggrek Indonesia betul-betul dijaga dan diperbanyak spesiesnya, terlebih yang menjadi kekayaan Indonesia," katanya.

Sebagai informasi, PT Ekakarya Graha Flora memiliki luas kebun sekitar 15 hektare yanf beralamat di Jalan Akses Tol Kalihurip Karawang, Jawa Barat. Perusahaan ini telah mengekspor  anggrek hybrid phalaenopsis ke Jepang  dan Singapora kurang lebih 50.000 tanaman pertahun.

Perusahaan ini juga memproduksi aneka jenis anggrek seperti Bulan (Phalenopsis), Anggrek Dendrobium, dan anggrek Vanda. Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1996 ini mempunyai kapasitas produksi sebanyak 1,2 juta tanaman pertahun.

Owner PT Eka Karya Graha Flora, Amien Supriyadi menyampaikan terimakasih atas kunjungan Mentan Syahrul beserta jajarannya ke kebun anggrek perusahaannya. Dia berharap, kedatangan Mentan makin menguatkan semangat para petani untuk meningkatkan produksi.

"Perusahaan kami bermitra dengan 150 petani anggrek binaan dengan cara menyediakan bibit untuk dibudidayakan. Sejauh ini kami terus memperluas pangsa pasar dalam negeri dan ekspor. Sekali lagi, terimaksih atas kunjungan Bapak Menteri dan jajaran," tuturnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement