Rabu 29 Apr 2020 07:12 WIB

White House Peringatkan Shock Besar Sebelum Ekonomi Rebound

AS diperkirakan bakal menghadapi shock terbesar sejak Great Depression.

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Friska Yolandha
Pejabat administrasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperkirakan akan ada rebound ekonomi yang kuat seiring dengan memudarnya pandemi virus corona (Covid-19). Tapi, penasihat ekonomi White House memperingatkan, pengangguran dan data Produk Domestik Bruto (PDB) dalam jangka pendek ini akan menjadi kejutan negatif yang sangat serius.
Foto: EPA
Pejabat administrasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperkirakan akan ada rebound ekonomi yang kuat seiring dengan memudarnya pandemi virus corona (Covid-19). Tapi, penasihat ekonomi White House memperingatkan, pengangguran dan data Produk Domestik Bruto (PDB) dalam jangka pendek ini akan menjadi kejutan negatif yang sangat serius.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pejabat administrasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperkirakan akan ada rebound ekonomi yang kuat seiring dengan memudarnya pandemi virus corona (Covid-19). Tapi, penasihat ekonomi White House memperingatkan, pengangguran dan data Produk Domestik Bruto (PDB) dalam jangka pendek ini akan menjadi kejutan negatif yang sangat serius.

Penasihat ekonomi senior untuk Trump, Kevin Hassett, mengatakan, tingkat pengangguran dapat mencapai 16 hingga 20 persen sementara output PDB turun 30 sampai 40 persen secara tahunan pada kuartal ketdua. Prediksi ini sejalan dengan perkiraan Wall Streeet dan Kongres Kantor Anggaran (Congressional Budget Office/ CBO).

Baca Juga

Hasset mengatakan, AS akan memiliki shock terbesar sejak Great Depression. "Ini shock yang sangat serius dan sesuatu yang perlu kita perhatikan dengan serius," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan CNN, Selasa (28/4).

Hassett menambahkan, angka pertumbuhan PDB kuartal pertama yang dirilis pada Rabu (29/4) kemungkinan akan negatif. Ini akan menjadi puncak gunung es dari berita negatif selama beberapa bulan terakhir yang tidak pernah Anda lihat.

Paket Undang-Undang penyelamatan Covid-19 keempat disebutkan Hasset akan memiliki peranan penting untuk mengamankan pertumbuhan ekonomi yang kuat pada akhir tahun.  

Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin meramalkan ekonomi AS dapat pulih kembali pada akhir musim panas. Saat itu, banyak negara sudah merelaksasi restriksi dan mengizinkan bisnis beroperasi kembali yang selama ini ditutup untuk memperlambat penyebaran virus.

Seiring dengan keterbukaan banyak negara, Mnuchin menilai, tingkat permintaan akan kembali tumbuh. "Anda mungkin melihat ada kenaikan Juni dan Juli, tapi menurut saya akan terjadinya pada Agustus dan September, ada rebound kembali yang besar setelah masa-masa sulit," katanya.

Trump, dalam sebuah acara di White House pada Selasa, juga menilai, kuartal keempat akan menjadi masa-masa signifikan. Tahun depan pun diprediksi menjadi tahun yang luar biasa setelah tertekan menghadapi pandemi.

“Kuartal ketiga adalah kuartal transisi. Kuartal kedua adalah apa adanya,” tambah Trump.

Dalam paket stimulus terbaru, Mnuchin mengatakan, pemerintah fokus mencegah pekerja bisnis kecil diberhentikan. Tapi, Departemen Keuangan memastikan akan mengaudit seluruh pinjaman besar lebih dari 2 juta dolar AS dan memperingatkan, perusahaan dapat menghadapi hukuman pidana apabila mereka ketahuan tidak benar-benar membutuhkan uang.

"Siapapun yang mengambil uang yang seharusnya tidak mereka ambil, satu, mereka tidak akan dimaafkan. Kedua, mereka mungkin dikenakan tindak pidana yang merupakan masalah besar," ujar Mnuchin.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement