Senin 27 Apr 2020 10:19 WIB

Pembelian Ayam Peternak Oleh Swasta Meningkat

Peternak swasta menargetkan pembelian ayam sebanyak 4,1 juta ekor.

Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat pembelian ayam ras peternak mandiri oleh swasta mengalami peningkatan. Pembelian ayam ras mencapai 221.875 ekor ayam dari lima provinsi oleh 10 perusahaan swasta.
Foto: ARIF FIRMANSYAH/ANTARA
Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat pembelian ayam ras peternak mandiri oleh swasta mengalami peningkatan. Pembelian ayam ras mencapai 221.875 ekor ayam dari lima provinsi oleh 10 perusahaan swasta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat pembelian ayam ras peternak mandiri oleh swasta mengalami peningkatan. Pembelian ayam ras mencapai 221.875 ekor ayam dari lima provinsi oleh 10 perusahaan swasta.

Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan, I Ketut Diarmita, menyebutkan pembelian ayam ras milik peternak mandiri tersebut telah disepakati oleh 22 perusahaan mitra peternakan. Mereka akan membantu penyerapan dengan target sebanyak 4.119.000 ekor.

Baca Juga

"Sampai hari ini, 10 perusahaan telah melakukan pembelian livebird. Hasilnya mencapai 5,39 persen dari target 4.119.000 ekor," kata Ketut Diarmita di Jakarta, Senin (27/4).

Kementan akan terus mengingatkan perusahaan-perusahaan mitra yang belum melaksanakan komitmennya, untuk dapat membeli ayam ras siap potong (livebird) dari peternak mandiri. Hal ini bertujuan mengurangi tekanan rendahnya harga livebird di tingkat petani.

Ketut mengimbau perusahaan pembibitan ayam ras dan perusahaan pakan ternak yang telah melakukan pembelian livebird untuk terus memaksimalkan penyerapan livebird yang belum mencapai 15 persen ini dari komitmen penyerapan.

Berdasarkan laporan terakhir, data penyerapan livebird berbagai mitra yakni PT Charoen Pokphand Indonesia sebanyak 66.720 ekor, PT Japfa Comfeed Indonesia 16.233 ekor, PT Karya Indah Pertiwi 21.600 ekor, PT Expravet 15.232 ekor. Kemudian, PT Ayam Manggis 3.360 ekor, PT Super Unggas Jaya 2.500 ekor, PT De Heus 90.339 ekor, PT Intertama Trikencana Bersinar 700 ekor, PT Wonokoyo Jaya Corp. 3.031 ekor, dan PT Patriot Intan Abadi 2.160 ekor.

Data penyerapan livebird oleh mitra tersebut tersebar di Provinsi Jawa Barat sebanyak 134.342 ekor, Jawa Tengah 65.125 ekor, Jawa Timur 4.567 ekor, DI Yogyakarta 2.369 ekor dan Sumatera Utara 15.232 ekor. Adapun untuk Banten masih dalam proses pelaksanaan.

Sebelumnya, pada Kamis (23/4), PT Charoen Pokphand Indonesia telah membeli 1.500 ekor ayam dengan harga Rp 15.000 per kg dari peternak mandiri di Glonggong, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali. Pelaksanaan pembelian ini disaksikan juga oleh Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Jawa Tengah, Parjuni.

Parjuni mengatakan bahwa perusahaan membeli dengan harga lebih baik yakni dengan harga Rp 15.000 per kg, dibandingkan harga pasar Rp 11.000 per kg. Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Ditjen PKH, Sugiono menuturkan bahwa pelaksanaan komitmen penyerapan ini menjadi penilaian tersendiri bagi pemerintah terhadap mitra yang bersungguh-sungguh dan berempati dalam meringankan penderitaan peternak rakyat dalam situasi pandemi Covid-19 ini.

"Semoga upaya kita bersama yang tulus, saling bahu membahu dalam meringankan beban peternak, dapat membantu peternak," kata dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement