Sabtu 29 Feb 2020 00:33 WIB

Menhub Minta Maskapai Buka Jalur Baru Usai Penundaan Umroh

Kemenhub tetap ingin mengajukan kesepakatan dengan pemerintah Arab Saudi

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) menyampaikan pendapat melalui sesi vlog dengan Millenial Kemenhub usai berpidato pada Diskusi Indonesia Merajut Konektivitas Ibu Kota Negara di Jakarta, Rabu (26/2/2020).
Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTO
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) menyampaikan pendapat melalui sesi vlog dengan Millenial Kemenhub usai berpidato pada Diskusi Indonesia Merajut Konektivitas Ibu Kota Negara di Jakarta, Rabu (26/2/2020).

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyarankan pihak maskapai penerbangan untuk membuka jalur baru sebagai antisipasi atas penundaan penerbangan umroh ke Arab Saudi.

Menhub Budi Karya Sumadi di Makassar, Jumat, mengatakan keputusan larangan umroh memang pahit dan membuatnya prihatin namun tetap memahami apa yang dilakukan pemerintah Arab Saudi.

"Kita tentunya akan berikan jalan kepada teman-teman 'airline', termasuk dengan penerbangan ke tujuan lain Australia Asia, Barat, India, Pakistan, Banglades, dan sebagainya," ujarnya. Soal peluang pembukaan jalur penerbangan baru seperti yang disarankan itu, dia mengaku akan membahasnya pada pekan depan.

Selain itu, Kemenhub tetap ingin mengajukan kesepakatan dengan pemerintah Arab Saudi sehingga umrah untuk Indonesia tetap dibuka kesempatannya. Terkait dengan kapan penundaan itu akan berlangsung, ia mengaku belum mengetahui hal tersebut.

Namun, pihaknya berharap, hal itu bisa segera dicabut dan masyakarat muslim di Indonesia bisa menjalankan kegiatan ibadah."Kita belum tahu ,namun kita sendiri ingin cepat berakhir," katanya usai Rapat Pembahasan Tentang Progres Pengadaan Tanah Jalur Kereta Api Makassar-Maros-Pangkep-Pare-Pare di Rumah Jabatan Gubernur Sulsel di Makassar, Jumat (28/2).

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement