Rabu 19 Feb 2020 13:36 WIB

Komisi VI Panggil BUMN Asuransi

Rapat dengan Komisi VI membahas kendala dan tantangan BUMN Asuransi.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Friska Yolanda
Rapat kerja DPR RI. Sejumlah BUMN mendatangi gedung DPR pada Rabu (19/2) untuk melakukan rapat dengar pendapat dengan Komisi VI.
Foto: Republika/Adinda Pryanka
Rapat kerja DPR RI. Sejumlah BUMN mendatangi gedung DPR pada Rabu (19/2) untuk melakukan rapat dengar pendapat dengan Komisi VI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah BUMN yang bergerak di bidang asuransi seperti PT Asuransi Jiwasraya, PT Asabri, PT Asuransi Kredit Indonesia, PT Jasa Raharja, PT Asuransi Jasa Indonesia, PT Reasuransi Indonesia Utama, PT Taspen, hingga PT Pengembangan Armada Niaga Nasional mendatangi gedung DPR pada Rabu (19/2). BUMN-BUMN tersebut dijadwalkan mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR.

Wakil Ketua Komisi VI DPR Arya Bima membuka rapat pada pukul 10.45 WIB. Arya mengatakan Komisi VI ingin mengetahui lebih dalam mengenai apa yang menjadi kendala dan tantangan bagi para BUMN asuransi tersebut. Politisi Partai PDI Perjuangan itu juga ingin melihat strategi perusahaan asuransi pelat merah dalam upaya peningkatan kinerja dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik.

"Kita semua ingin mendapatkan penjelasan mengenai langkah dan terobosan dari permasalahan BUMN asuransi. Kita juga mau tahu tentang peta bisnis asuransi," ujar Arya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (19/2).

Arya menilai hasil rapat ini bisa menjadi bahan masukan bagi BUMN itu sendiri maupun bagi Komisi VI dalam rapat kerja selanjutnya dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

"Rencananya besok kita akan Rapat kerja dengan Menteri BUMN yang rencananya memberikan peta jalan kementerian. Dari peta jalan itu lah yang akan menjadi kesepakatan Menteri BUMN dengan Komisi VI," ucap Arya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement